Kronologi Lambas Simanungkalit Ditembak Teroris Abu Sayyaf

Ester Napitupulu | Minggu, 17 April 2016 20:04:52

Ilustrasi kelompok teroris Abu Sayyaf/philstar.com
Ilustrasi kelompok teroris Abu Sayyaf/philstar.com

Lambas Simanungkalit (43) adalah salah satu dari enam awak Tugboat (TB) Henry, yang berhasil lolos dari sergapan teroris Abu Sayyaf di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia, 15 April lalu. Sementara, 4 awal kapal yang lain masih disandera pembajak.

Lambas memang lolos dari penyanderaan. Namun, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu, kena tembak di bagian ketiak tembus dada oleh peluru Abu Sayyaf.

Lambas kini masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Malaysia. "Suami saya katanya dibantu oleh polisi Malaysia," kata Teti Elfrida Simbolon (37), istri Lambas, di Banjarmasin, belum lama ini.

Lambas Simanungkalit

Peristiwa ini berawal dari kedatangan sebuah speedboat yang merapat ke tongkang Christy di perairan selatan Filipina. Kapal cepat itu kemudian merapat ke TB Henry, kapal pembawa tongkang.

Tak disangka-sangka, lima orang dari speedboat yang lompat ke TB Henry adalah teroris Abu Sayyaf. Mereka kemudian menyuruh semua anak buah kapal (ABK) keluar.

Mengetahui kapalnya disandera, 10 ABK di TB Henry mengunci semua pintu. Tindakan ini membuat teroris kesal, dan akhirnya melepaskan tembakan ke arah kaca depan kapal.

Salah satu tembakan itulah yang merobohkan Lambas. Peluru Abu Sayyaf mengenai ketiak Lambas hingga menembus dadanya.

Setelah berhasil menciptakan ketakutan, pembajak akhirnya berhasil masuk ke dalam kabin dan menggiring empat ABK ke dek bawah. Pembajak kemudian membawa empat ABK ke wilayah Lahan Datu, Malaysia, menggunakan speedboat.

Sedangkan, Lambas dan lima ABK yang lain dibiarkan, sebelum akhirnya ditemukan Polisi Malaysia. Oleh polisi Negeri Jiran, Lambas dibawa ke Rumah Sakit Tawau, sementara lima ABK lain yang selamat dibawa ke kantor polisi Sempurna, Sabah.

Kini, keluarga Lambas masih menunggu sang kepala keluarga sembuh dari perawatan di Malaysia. Tak henti-henti, Teti dan dua anaknya, Rachel Simanungkalit dan Hazael Simanungkalit, berdoa agar Tuhan menjawab doa mereka, mengembalikan sang ayah ke pelukan mereka.

Mari kita turut berdoa untuk Keluaga Lambas Simanungkalit!