Korban Tewas Awan Panas Sinabung Jadi 6 Orang, Ini Identitasnya

Jordan Silaban | Minggu, 22 Mei 2016 08:05:04

Warga menyelamatkan diri dari semburan awan panas Sinabung, Februari 2014/reuters
Warga menyelamatkan diri dari semburan awan panas Sinabung, Februari 2014/reuters

Korban tewas akibat letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, bertambah. 

Data sementara dari BPBD Karo, terdapat 6 orang meninggal dunia dan 3 orang masih kritis dengan luka bakar serius akibat terkena awan panas. 

Semua korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo yang berada di zona merah, saat Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5) pukul 16.48 Wib.

"Semua korban berada di RS Efarina Etaham Kabanjahe,“ kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, lewat keterangan tertulis, Minggu (22/5) pagi.

Berikut identitas korban meninggal dan luka-luka akibat awan panas Sinabung:

Meninggal:

1. Karman Milala (60).

2. Irwansyah Sembiring (17).

3. Nantin Br. Sitepu (54).

4. Leo Perangin-angin.

5. Ngulik Ginting.

6. Ersada Ginting (55).

Luka-luka:

1. Brahim Sembiring (57).

2. Cahaya Sembiring (75).

3. Cahaya br Tarigan (45).

(BACA: Pijak Batu 10 Jam, Mordang Harahap Lolos dari Air Terjun Maut)

Hingga pagi ini, Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat. Belum diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. 

"Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat. Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya,” kata Sutopo.

Menurutnya, alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya. 

Untuk diketahui, Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. 

Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi.