Komunitas Kepercayaan Asli Batak Toba Raih Penghargaan Pemerintah

Coky Simanjuntak | Minggu, 24 Juli 2016 07:07:58

Upacara Sipaha Lima Parmalim/kompasiana
Upacara Sipaha Lima Parmalim/kompasiana

Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) memberi penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi kepada Parmalim, kepercayaan asli suku Batak Toba.

Penghargaan ini diberikan setelah Kemendikbud memverifikasi acara Sipaha Lima yang dilaksanakan di Desa Hutatinggi Laguboti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Minggu 17 Juli sampai Selasa 19 Juli 2016.

Sipaha Lima adalah salah satu ritual atau upacara suci dalam tradisi penganut kepercayaan Parmalim. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas apa yang mereka dapatkan kepada sang pencipta. 

Tradisi yang sudah dilakukan para penganut Permalim sejak ribuan tahun lalu ini biasanya dilaksanakan setahun sekali sesuai dengan kalender masyarakat Batak.

(BACA JUGA: Benarkah Orang Batak dulu Suka Makan Orang?)

Komunitas Parmalim/kaskus

Dari acara tersebut, Kemendikbud melihat jelas komitmen Komunitas Parmalim dalam melestarikan budaya asli suku Batak Toba.

"Setelah kami verifikasi bahwa kegiatan ini benar, jadi kami memutuskan memberikan penghargaan anugerah kebudayan kepada komunitas ini," ujar Kepala Seksi Diplomasi Budaya Nasional, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kemendikbud, Binsar Manullang, Senin (18/7)

"Kami sudah melihat bahwa mereka ini benar-benar melestarikan budaya batak," ujarnya.

(BACA JUGA: Gerhana Matahari di Mata Orang Batak Kuno)

Binsar menjelaskan, penghargaan ini terdiri dari  berbagai kategori. Mulai dari ketegori perorangan, kategori Pemerintah Daerah, dan Kategori Komunitas. Total ada 57 penghargaan yang diberikan Kemendikbud.

Parmalim adalah yang mendapat penghargaan kategori komunitas, bersama dua komunitas kebudayaan lainnya, yakni  Betara Budaya di Jakarta dan Komunitas Bahari di Sulawesi.” 

Penghargaan langsung akan diberikan Mendikbud Anies Baswedan pada 23 September di Jakarta.