Komposisi Badan Otorita Danau Toba: 25% Profesional, 75% PNS

Laurencius Simanjuntak | Rabu, 30 November 2016 19:11:31

Pelantikan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba/kemenpar
Pelantikan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba/kemenpar

Pemerintah telah mengumumkan dan melantik pengurus Badan Pelaksana Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BODT). Badan tersebut berisi 25 persen profesional dan 75 persen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kepala BODT Arie Prasetyo memaparkan, hanya dirinya dan empat orang direktur yang berasal dari profesional. Selebihnya adalah PNS.

“Kalau kepala divisi kita ambil dari unit bawah Kemenpar, jadi PNS. Terus ada juga dari Akpar Medan, dan STP Bandung,” kata Arie usai pelantikan di Gedung Kemenpar, Jakarta, Rabu (29/11).

(BACA: Arie Prasetyo Dilantik Sebagai Kepala Badan Otorita Danau Toba)

Meski baru saja dilantik, Arie mengatakan, pihaknya sudah bekerja sejak Perpres Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba diterbitkan pada Juni lalu.

“Bahkan sejak tim percepatan dibentuk pada Februari sudah mulai kerja,” ujar mantan anggota Tim Transisi Jokowi-JK ini.

Sebagian daftar kepala divisi di BODT/istimewa

Arie melanjutkan, selanjutnya BODT akan mendirikan kantor di tiga lokasi, yakni Jakarta, Medan dan Toba.

“Yang jelas, kita akan lebih banyak di Medan dan di Toba karena investor nanti akan lebih banyak datang ke sana,” ujarnya.

(BACA: Basar Simanjuntak, Direktur Pemasaran Badan Otorita Danau Toba)

Ditanya kapan kantor BODT akan berdiri, Arie menjawab, “Mungkin dalam hitungan bulan.” 

Soal kantor, dia menjelaskan, sejumlah opsi sudah disampaikan. “Kita meminjam aset milik kementerian lembaga lagi, atau pemprov atau pemkab,” ujarnya.