KKR Natal di Bandung Dibubarkan Ormas Keagamaan

Coky Simanjuntak | Selasa, 06 Desember 2016 22:12:54

Ormas Islam membentangkan spanduk penolakan KKR Natal di Bandung/istimewa
Ormas Islam membentangkan spanduk penolakan KKR Natal di Bandung/istimewa

Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal Bandung 2016 yang digelar di Gedung Sabuga, Bandung, dibubarkan ormas berbasis keagamaan, Selasa (6/12). Akibat aksi ini, jemaat yang sudah datang di gedung berkapasitas ribuan itu, terpaksa dipulangkan.

Informasi yang dihimpun, massa dari Pembela Ahli Sunnah (PAS) mulai mendatangi Gedung Sabuga pada pukul 15.32 Wib. Mereka berdalih kegiatan keagamaan harusnya digelar di gereja dan bukan di gedung atau fasilitas umum.

Dua jam setelahnya atau pukul 17.30 Wib, massa yang dipimpin Muhammad Ro’in memasuki Gedung Sabuga untuk menghentikan acara. Saat massa merangsek masuk, paduan suara jemaat sedang menyanyikan kidung di atas panggung.

[LIHAT VIDEO: Ormas Larang Jemaat KKR Natal Nyanyi 'Malam Kudus’]

Massa merangsek ke dalam Gedung Sabuga/istimewa

Menurut griibandung.org, Gedung Sabuga hari itu memang dipakai untuk serangkaian acara Natal yang dipimpin oleh Pdt Stephen Tong. Pada pukul 13.00 Wib diadakan Kebaktian Natal Gabungan Siswa-Siswi Bandung 2016, dan pada malam harinya atau pukul 18.30 Wib digelar KKR Natal Bandung 2016.

Setelah dilakukan mediasi oleh aparat Polrestabes Bandung dan Kesbangpol Kota Bandung, pada pukul 20.05 Wib Pdt. Stephen Tong akhirnya memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat yang sudah datang bahwa ada surat penolakan dari ormas PAS terhadap KKR tersebut.

Setelah menyanyikan lagu Malam Kudus dan berdoa, jemaat KKR akhirnya meninggalkan Gedung Sabuga pada pukul 20.21 Wib. Perwakilan massa aksi dari PAS pun selanjutnya meninggalkan lokasi. 

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengatakan, panitia KKR Natal tersebut tidak memiliki izin menggelar ibadah yang lengkap. 

"Intinya ormas-ormas itu bukan menolak. Mereka hanya menanyakan perizinan saja," ujar Yusri seperti dikutip CNNIndonesia.com.

SPONSORED
loading...