Kenapa Kopi Sipirok Belum Bisa Bersaing dengan Mandailing?

Maruli Simarmata | Kamis, 19 Mei 2016 15:05:05

Ilustrasi Kopi Sipirok/tapselkab.go.id
Ilustrasi Kopi Sipirok/tapselkab.go.id

Meski belum setenar Kopi Mandailing, Kopi Sipirok kini sudah mulai mencuri perhatian penikmat kopi dunia. Misalnya saja, Kopi Sipirok jenis pea berry (kopi jantan) dan kopi luwak liar, yang mulai dipromosikan di Korea Selatan (Korsel).

Promosi itu juga bukan tanpa dasar. Sebelumnya, dua orang Q grader (orang yang punya lisensi internasional tentang cita rasa kopi) dari Korsel menyatakan dua jenis Kopi Sipirok tersebut sungguh luar biasa.

Namun anehnya, Kopi Sipirok di dalam negeri kurang dilirik, kendati beberapa festival kopi asal Tapanuli Selatan ini sudah dilakukan. Kenapa Kopi Sipirok belum bisa bersaing dengan Mandailing?

Beberapa data menyebutkan, Kopi Mandailing hanyalah nama merek yang dibuat Belanda untuk mengangkat citra kopi asal Tapanuli.

Karena pemberian nama ini, seolah-olah Kopi Mandailing dihasilkan oleh masyarakat Mandailing. Padahal sebagian besar dari Kopi Mandailing itu berasal dari Sipirok.

Namun, terlepas dari persoalan tersebut, upaya mempromosikan Kopi Sipirok haruslah terus dilakukan. Bahkan, pengamat pertanian dari Universitas Sumatera Utara (USU) Netti Herlina Siregar, mengatakan perlu intervensi pemerintah untuk mempromosikan Kopi Sipirok.

"Kopi Sipirok mampu meningkatkan konsentrasi, sudah mendunia dan terkenal sejak 1800-an. Dengan campur tangan pemerintah, saya yakin kopi ini akan semakin dicintai dan diminati oleh masyarakat," kata Netti di Sipirok, seperti dikutip Antara, Rabu (18/5).

Menurut dia, Kopi Sipirok, khususnya jenis arabika, sangat luar biasa karena memiliki cita rasa tersendiri. Oleh karena itu, intervensi seharusnya dilakukan dengan mewajibkan penikmat kopi, dari atas (pejabat) hingga bawah, untuk meminum Kopi Sipirok.

"Selain itu warung, kafe, kantor bahkan kepada para tamu dicoba dengan menyuguhkan Kopi lokal Sipirok sekaligus promosi," sarannya.

Dengan cara demikian, Netti yakin masyarakat secara umum akan semakin cinta produk lokal. "Dengan majunya usaha kopi Sipirok otomatis memajukan tingkat kesejahteraan petani kopi lokal. Siapa lagi yang mencintai produk lokal kalau bukan kita?" katanya.