Keluarga Korban Bom Samarinda: Kami Mengampuni yang Jahat

Ester Napitupulu | Selasa, 15 November 2016 17:11:43

4 Balita korban bom gereja di Samarinda
4 Balita korban bom gereja di Samarinda

Triniti Hutahaean (4), korban bom di Gereja Oikumene, Samarinda, masih menderita di rumah sakit akibat luka bakar serius. Meski demikian, keluarga korban sudah memaafkan pelaku teror, Juhanda alias Jo.

"Kami tidak mengutuk, tetapi mengampuni yang jahat,” kata Roina Simanjuntak, kakak dari ibunda (inangtua) Triniti, Selasa (15/11).

Roina berharap, adik-adiknya, terutama ibunda Triniti, kuat menjalani cobaan ini. “Ibu Triniti kini masih trauma dengan keadaan anaknya. Tetapi, dia tetap sabar dan tidak mendoakan yang macam-macam," kata Roina.

Sebagai keluarga korban, Roina hanya bisa mendoakan agar pelaku kembali sadar dan tidak menyakiti anak kecil lagi.

"Jangan lagi ada yang begini, cukup sudah sakiti keluarga korban," ujarnya.

Roina menambahkan, trauma ibunda Triniti sangat dalam. Dia tidak berani beranjak dari sisi Triniti.

"Hati siapa yang tak luka ketika datang ke gereja untuk beribadah tiba-tiba anak jadi korban terorisme. Lima puluh persen dari tubuh Triniti menderita luka bakar,” ujarnya. 

"Ini pasti membekas di hati, tetapi sekali lagi kami mengampuni yang bersalah dan kami tidak membalas," katanya.

Roina bercerita, saat ini ayah Triniti yang merupakan TKI sedang melakukan perjalanan dari Laos ke Indonesia. Sementara, Triniti kerap mengerang kesakitan akibat luka bakar sehingga dia tak bisa tidur setiap malam.

"Namanya anak-anak pasti rewel. Dia menangis sepanjang malam dan ibunya tetap sabar. Bapaknya dalam perjalanan dari Laos, kan bapaknya TKI. Mohon doa dari masyarakat Indonesia untuk kesembuhan anak kami,” ujarnya.