Jordan Manulang Tewas Disambar Petir Saat Pemakaman Bekas Menteri

Ester Napitupulu | Minggu, 17 April 2016 23:04:29

Ilustrasi Disambar Petir/blogspot
Ilustrasi Disambar Petir/blogspot

Siang itu petaka menghampiri Matheus Jordan Manulang. Remaja 15 tahun tersebut tewas tersambar petir saat ikut orangtuanya menghadiri pemakaman mantan Menteri Tenaga Kerja, Jacob Nuwa Wea, di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Rabu 13 April lalu.

Petir menyambar paha kiri Jordan. Warga Pasar Manggis, Jakarta Selatan, ini pun sempat dilarikan ke RS Rosela Karawang, namun nyawanya tak bisa tertolong, karena kehabisan darah akibat sengatan listrik maha dahsyat itu.

"Dia meninggal dunia pada pukul 15.00 Rabu 13 April 2016," ujar Kapolsek Teluk Jambe Barat, Hasanudin, di Karawang, sehari kemudian.

Usai kejadian, polisi juga sempat memeriksa orangtua Jordan, Bernard Robert Manulang (45) dan Emiliana Tage Wea (40). Namun, dipastikan tidak ada unsur kelalaian dalam kasus ini.

Selain Jordan, petir juga menyambar pelayat lain, Pujo Santoso (40). Namun, Pujo hanya mengalami luka ringan. Warga Sumber Jaya, Kabupaten Bekasi, ini langsung diperbolehkan pulang setelah dirawat sebentar oleh Rumah Sakit Cito Karawang.

Ponsel Mengundang Petir?

Dua hari setelah kematian Jordan, tersebar pesan berantai (broadcast message) perihal petir yang menyambar siswa SMP itu. Pesan itu disebut bersumber dari Suster Asialori, bibi korban yang bertugas di Santa Ursula Jakarta. Isinya, Jordan tersambar petir karena telepon seluler (ponsel).

"Cuaca mendung di sana saat itu. Lalu Jordan dan adik sepupunya mau ke WC tapi banyak orang antre. Jordan berdiri agak jauh dari antrean. Tiba-tiba petir menyambar HP yang dia taruh di saku jeansnya. Tubuhnya langsung gosong. HP, pakaian dan sepatunya hancur dan dia langsung meninggal. Kasihan ya ortunya sangat terpukul karena peristiwa musibah ini. Karena itu kalau cuaca mendung atau hujan apalagi dengan petir, sebaiknya HP dimatikan saja," demikian bunyi sebagian pesan berantai itu.

Belum ada klarifikasi apakah ponsel yang mengundang petir menyambar Jordan. Namun, Kapolsek Hasanudin membenarkan, bahwa Jordan dan Pujo tersambar petir saat menggunakan ponsel di tempat pemakaman berbukit itu.

"Dua orang yang melayat ini sedang menggunakan telepon seluler, lalu tiba-tiba petir menyambar mereka. Keduanya berdiri tidak berjauhan," kata Hasanudin.