Jenderal Besar AH Nasution Diusulkan Jadi Nama Jalan di Siantar

Jordan Silaban | Rabu, 09 November 2016 10:11:20

Jenderal Besar AH Nasution/wikipedia
Jenderal Besar AH Nasution/wikipedia

Dewan Pengurus Angkatan '66 Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk membuat perubahan nama jalan di sejumlah akses transportasi di daerah itu.

"Pantauan Angkatan '66 banyak yang nama jalan yang belum memiliki nama permanen, dan sebagian tidak bermakna," ujar Ketua Dewan Pengurus Angkatan '66 Pematangsiantar Haji Mariaman Naibaho di Siantar, Minggiu.

Mantan Ketua DPRD Kota Pematangsiantar itu mengatakan, momen menyambut Hari Pahlawan saatnya dijadikan pemkot untuk menghargai jasa para pejuang nasional mau pun lokal dengan mencantumkan nama mereka sebagai nama jalan.

"Ada 24 nama yang kami usulkan dan itu bisa saja bertambah sesuai kebutuhan," kata Mariaman.

Sekretaris PD Angkatan '66 Pematangsiantar Mohd Saleh Sitompul menyebutkan, sejumlah sebutan jalan yang diusulkan diganti dengan nama para pejuang atau tokoh masyarakat yang berkontribusi untuk pembangunan Pematangsiantar.

Di antaranya Jalan Medan mulai simpang Rambung Merah sampai jembatan batas kota menjadi Jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution yang merupakan pahlawan nasional, Jalan Parapat mulai jembatan simpang dua sampai perbatasan Kecamatan Siantar kabupaten Simalungun menjadi Jalan Jenderal Maraden Panggabean, mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung.

Jalan Pamatang di inti kota menjadi Jalan R Atham Damanik, mantan Ketua DPRGR Pematangsiantar, Jalan Tanah Jawa menjadi Jalan Pangulu Pane tokoh masyarakat, Jalan Tanjung Pinggir menjadi Jalan Letkol H Laurimba Saragih mantan Walikota Pematangsiantar.

Penjabat Wali Kota Pematangsiantar Anthony Siahaan mengapresiasi usulan itu dalam upaya melestarikan nama-nama pendahulu yang telah mendarmabaktikan diri untuk pembangunan bangsa.

"Termasuk para pendahulu yang telah berjasa pada era perjuangan kemerdekaan di Sumatera Utara dan Pematangsiantar," kata Anthony.

Realisasi usulan tersebut akan dilakukan melalui jenjang-jenjang perumusan dan pembahasan sampai dengan pembentukan panitia perumus dan pengajuan rancangan peraturan daerah untuk dibahas bersama DPRD.

"Pemerintah Kota akan menyertakan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai elemen pada unsur kepanitiaan," kata Anthony.

Penjabat Wali Kota juga berharap Dewan Pengurus Angkatan '66 Pematangsiantar memberikan kontribusi bagi keberhasilan pembangunan di daerah itu.