Ini Tampang Pembunuh Keponakan Bupati Simalungun

Jordan Silaban | Jumat, 10 Juni 2016 12:06:08

JG, tersangka pembunuhan
JG, tersangka pembunuhan

Marhaposan Siahaan alias Ibnu Tian Siahaan (28), yang merupakan keponakan Bupati Simalungun, JR Saragih, ditemukan tewas dan sudah dikubur di sebuah ladang  jagung di Kampung Baru Dalig Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Kamis (9/6) dini hari.

Dia dibunuh oleh JG (16), seorang pelajar SMA. Penemuan kuburan Marhaposan dilakukan setelah polisi menangkap JG di rumah orangtuanya, Lubuk Pakam Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/6) malam. Belakangan diketahui, ladang tersebut juga milik ompung (kakek) pelaku.

Saat ditangkap, JG tidak bisa mengelak karena Honda Vario warna putih nopol T 3751 BO milik korban ada di tangannya.

JG mengakui perbuatannya, sehingga akhirnya polisi menelusuri TKP pembunuhan dan penguburan.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Damos Krhistian Aritonang mengatakan pihaknya memang mencurigai JG karena menurut informasi dialah yang terakhir kali bertemu korban.

"Untuk sementara ini dugaan motif pembunuhan karena kesal dengan korban," kata Damos di Instalasi Jenazah RSUD Dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, seperti dikutip Antara.

Dari informasi yang beredar, antara korban dan pelaku memliki hubungan khusus sejenis layaknya orang pacaran. Kekesalan JG diduga karena dia dilecehkan secara seksual oleh korban.

Namun, polisi belum mengkonfirmasi hal ini.

Marhaposan Siahaan alias Ibnu Tian Siahaan/Facebook

Penelusuran Batakgaul.com, korban sempat menulis status di akun Facebook-nya pada 10 Mei 2016. "Mencari pasangan hidup yang serius," demikian tulis Marhaposan sambil mencantumkan sebuah nomor telepon seluler yang diduga miliknya.

(BACA: Dibunuh, Mahasiswi UGM Feby Siregar 'Dijuluki Titisan Einstein')

Sementara itu, Bupati Simalungun JR Saragih yang merupakan paman korban sekaligus pelapor kasus ini menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kita serahkan saja kepada polisi agar kasus ini diusut secara tuntas apa motifnya," kata JR Saragih.