Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Mahasiswi UGM Feby Siregar

Maruli Simarmata | Rabu, 04 Mei 2016 00:05:16

Feby Siregar/facebook
Feby Siregar/facebook

Belum reda kasus pembunuhan di Universitas Muhammadiyah Sumetera Utara (UMSU) Medan, kini kasus kekerasan sampai menghilangkan nyawa orang juga di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Uniknya, jika di Medan yang mejadi pelaku pembunuhan adalah bermarga Siregar, di Yogyakarta justru boru Siregar yang menjadi korban.

Feby Kurnia Nuraisyah Siregar (19), mahasiswa semester 2 Jurusan Geofisika FMIPA UGM, menjadi korban kekejian petugas kebersihan kampus pada Senin (2/5). Pelaku bernama Eko Agus Nugroho (26), warga Dusun Jati, Wonokromo, Pleret Bantul, DIY.

Pembunuhan ini berawal saat petuga sekuriti FMIPA UGM mencium bau busuk dari dalam toilet wanita pada 2 Mei 2016 sekitar pukul 17.00 Wib.

"Toilet itu tertutup dan terkunci," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan, Selasa (3/5).

Setelah membuat sedikit lubang pada pintu, kata wahyudi, barulah terlihat di dalam toilet ada mayat yang telah mengeluarkan bau busuk sehingga didobrak dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Berikut kronologi lengkap pembunuhan sadis Feby Siregar:

  • Pada hari Kamis, 28 April 2016 sekitar pukul 06.00 WIB di kampus FMIPA UGM lantai 5 korban datang ke tempat kuliah. Masuk ke kelas 507 dan korban pertama datang ke kelas. Sedangkan pelaku sedang membersihkan kelas 506. Kemudian korban pergi menuju kamar mandi wanita.
  • Kemudian pelaku mengambil 2 HP jenis samsung, powerbank dan STNK motor milik korban dari dalam tas serta kunci motor di dalam saku korban. Korban kemudian ditinggalkan dengan mengunci pintu kamar mandi dari luar. Pelaku kemudian melanjutkan kembali pekerjaan membersihkan hingga pukul 08.30 Wib.
Feby Siregar (kiri)/Facebook
  • Pelaku bertemu saksi atas nama Mirna yang merupakan petugas pembersih toilet dan berpesan bahwa toilet ujung jangan dibuka karena kerannya rusak. Selanjutnya, pelaku membawa sepeda motor milik korban dan menitipkan di Terminal Giwangan karena searah dengan jalan ke rumah dan kembali ke kampus untuk menyelesaikan pengumpulan data ke mandor.
  • Keesokan harinya atau Jumat 29 April 2016, pelaku tetap masuk bekerja seperti biasa pukul 04.30 Wib dan saat bekerja kembali bertemu Mirna. Pelaku kembali berpesan untuk tidak membuka pintu toilet karena keran rusak.
  • Pada pukul 10.00 Wib pelaku kembali ke Terminal Giwangan untuk memindahkan sepeda motor korban ke area parkir di sebelah utara. Pelaku membenarkan sempat membalas SMS ibu korban dan mengangkat telepon dari teman korban yang mencari.
  • Pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut karena kepepet tidak punya uang.
  • Pelaku kemudian berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sleman di pinggir jalan depan rumah pelaku pada hari Selasa tanggal 3 Mei 2016 sekitar pukul 16.45 Wib saat akan pulang ke rumahnya.