Ini Bukti Penemuan Orangutan ‘Keriting’ di Harangan Tapanuli

Coky Simanjuntak | Minggu, 05 November 2017 08:11:09

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)/KLHK
Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)/KLHK

Panggilan jarak jauh/long call adalah cara jantan menyebarkan informasi yang berbeda serta jenis pakan unik dari jenis buah-buahan yang hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru.

Peninjauan terakhir terhadap jumlah populasi orangutan tapanuli dilaporkan pada tahun 2016, di mana hanya tersisa tidak lebih dari 800 individu hidup yang tersebar di tiga populasi terfragmentasi di Ekosistem Batang Toru.

“Terdapat tekanan antropogenik yang kuat terhadap keberadaan populasi Orangutan Tapanuli karena konversi hutan dan perkembangan lainnya”, ujar Dr. Puji Rianti, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor yang mempelajari genetika konservasi dari spesies orangutan di Sumatera.

Dr. Rianti menambahkan bahwa, “Tindakan mendesak diperlukan untuk meninjau ulang usulan-usulan pengembangan daerah di wilayah ini sehingga ekosistem alami tetap terjaga demi keberlangsungan hidup orangutan tapanuli di masa depan."

Saat ini kawasan Ekosistem Batang Toru seluas 141.749 hektar merupakan habitat terakhir bagi orangutan Tapanuli dengan jumlah individu terpadat. Oleh karena itu, sebagian kawasan ekosistem Batang Toru telah ditetapkan oleh Menteri LHK sebagai kawasan hutan lindung pada 2015.

Pengelolaan KPHL-KPHL tersebut perlu memprioritaskan upaya-upaya perlindungan bagi spesies orangutan jenis baru. “Pemerintah Indonesia sangat gembira dan bangga terhadap penemuan ini”, ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya.