Hore! Anak Sinaga dan Siregar Dapat Hadiah Sepeda dari Jokowi

Coky Simanjuntak | Sabtu, 25 Maret 2017 06:03:49

Presiden Jokowi bagi-bagi sepeda di Baru, Tapteng/antara
Presiden Jokowi bagi-bagi sepeda di Baru, Tapteng/antara

Sudah menjadi kebiasaan Presiden Jokowi untuk memberi sepeda kepada warga yang bisa menjawab pertanyaannya. Namun, saat kunjungan ke Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3), Jokowi langsung membagikan sepeda tersebut kepada dua anak Batak.

Pertama adalah Martainah Raja Sinaga dan Irmayati Siregar. Keduanya langsung mendapat hadiah sepeda, tanpa menjawab pertanyaan seperti yang lain karena dianggap sudah pintar.

Pemberian hadiah khusus ini berawal saat Jokowi bertanya para siswa SD, SMP, SMA dan SMK di Kecamatan Barus yang mengadiri acara pembagian bantuan nontunai.

"Ada yang ranking satu enggak di sekolahnya? Coba sini!” tantang Jokowi. 

Merespons presiden, Martainah Raja Sinaga kelas 2 SD  dan Irmayati Siregar  kelas 3 SMP mengacungkan tangan.

Presiden langsung menanyakan kepada Martinah rangking berapa, yang kemudian dijawab lantang, "rangking satu."

"Kalau paling pinter itu kelihatan, sudah diambil sepedanya," kata Jokowi.

Hal yang sama juga ditanyakan kepada Irmayati Siregar. "Ranking satu, sekelas atau sekolah?," tanya Presiden.

Irmayati menjawab ranking satu di sekolahnya. "Sudah yang pinter pinter gak usah ditanya," ujar Presiden.

Dalam kesempatan ini Presiden mengatakan pemberian bantuan nontunai, seperti Kartu Indonesia Pintar ini diberikan untuk menyiapkan generasi muda ke depan dalam menghadapi persaingan dengan negara lain yang semakin ketat.

"Saya titip sekali lagi, betul-betul (bantuan nontunai) digunakan untuk menyiapkan generasi ke depan lebih baik sehat, pinter. Sekali lagi agar kita bisa bersaing dengan negara lain," tutur Jokowi.

Dalam kunjungannya ke Tapanuli Tengah ini, Presiden memberikan bantuan nontunai, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indoneaia Pintar (KIP), Kartu Program Keluarga Harapan.

Dalam pembagian ini, Presiden kembali mengingatkan bahwa bantuan yang diberikan tidak dibelanjakan hal-hal yang konsumtif, seperti pulsa handphone.

"Kalau ketahuan dipakai beli pulsa, kartunya dicabut. Janjian ya janjian," kata Jokowi.