Guru Besar USU: Roymardo Siregar Pantas Dihukum Mati!

Sihar Simanjuntak | Selasa, 03 Mei 2016 03:05:14

Roymardo Sah Siregar/blogspot
Roymardo Sah Siregar/blogspot

Pembunuhan sadis Nur'aini Lubis (63), dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), oleh mahasiswanya Roymardo Sah Siregar (21), telah meyedot peratian masyarakat luas, terlebih orang-orang Batak.

Menurut Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Syafruddin Kalo SH, wajar jika Roymardo dijatuhi hukuman mati karena yang bersangkutan telah melakukan pembunuhan berencana.

"Perbuatan mahasiswa tersebut, yang dengan sengaja untuk menghilangkan nyawa`dosen wanita itu adalah perbuatan biadab dan tidak memiliki prikemanusiaan," ujar Syafruddin di Medan, Selasa (3/5).

Menurut Syafruddin, seorang mahasiswa yang baik, tidak seharusnya berprilaku kejam seperti itu terhadap seorang pengajarnya di kampus, sekalipun mahasiswa tersebut mengalami rasa kecewa atau mendapat perlakuan tidak adil dari dosen.

"Perbuatan mahasiswa membunuh seorang dosen adalah pelanggaran hukum yang cukup berat dan tidak dibenarkan," ujar Syafruddin.

Menurut Syafruddin, setiap mahasiswa seharusnya mengetahui kapasitasnya dan tidak arogan terhadap seorang dosen. Mereka tidak bisa seenaknya bertindak emosi hanya karena merasa disepelekan.

Bagi Syafruddin, hal seperti itu sebenarnya merupakan ujian atau tantangan bagi seorang mahasiswa yang sedang menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi.

"Seorang mahasiswa sebagai calon-calon intelektual muda harus dapat memahami situasi lingkungan kampus dan begitu juga mengenai sepak terjang dosen," ucapnya.

Bahkan, tidak semuanya dosen dianggap memiliki jiwa atau karakter yang tegas terhadap mahasiwanya dan mereka jelas berbeda-beda cara memberikan perkuliahan. Di sinilah sebagai seorang mahasiswa harus dituntut berprilaku dewasa.

Syafruddin menambahkan, jika seorang mahasiswa mengalami problem perkuliahan dan alangkah baiknya dapat dibicarakan dengan dosen secara arif.

Kemudian, mahasiswa tersebut, tidak perlu bertindak main hakim sendiri atau melakukan hal-hal yang tidak terpuji, sehingga merugikan dirinya atau menghadapi masalah hukum.

Tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan secara kekeluargaan yang dilakukan seorang mahasiswa dengan dosen. Ini adalah solusi yang terbaik dapat ditempuh dan tidak perlu dengan perasaan emosional tinggi.

"Peristiwa pembunuhan yang cukup sadis dialami dosen dan dilakukan mahasiswa itu, diharapkan ke depan jangan terulang lagi.Hal ini dapat dijadikan pengalaman yang sangat berharga," kata dia.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berinisial RS (24) membunuh dosen Hj Nur'ain Lubis (57) di dalam kamar mandi gedung perguruan tinggi tersebut, Senin (2/5) sore.

Sedikitnya 10 tikaman disarangkan pelaku ke tubuh korban yang mengaku dendam karena sering dimarahi dan diancam tidak diluluskan ini.