Gereja Katolik Senilai Rp 9 M Mulai Dibangun di Parapat

Coky Simanjuntak | Senin, 13 Maret 2017 00:03:47

Peletakan batu pertama Gereja Katolik St Fidelis Parapat/FB: JR Saragih
Peletakan batu pertama Gereja Katolik St Fidelis Parapat/FB: JR Saragih

Gereja Katolik St Fidelis Parapat di Kabupaten Simalungun, Sumuatera Utara, mulai dibangun. Hal ini ditandai oleh acara peletakan batu pertama yang mendatangkan dua kepala daerah di Sumut, Minggu (12/3).

Peletakan batu pertama itu dilakukan Bupati Simalungun, JR Saragih dan Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian, Uskup Agung Medan, Mgr Anicetus Sinaga OFMCap, tokoh masyarakat dan agama di Kabupaten Simalungun.

Saragih mengatakan, Pemerintah Kabupaten, melalui kinerja semangat baru Sumatera Utara akan selalu siap membangun, dan tidak pilih kasih dalam memberikan layanan.

Pada Jumat, 10 Maret 2017, Saragih juga meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Centre di halaman Masjid Agung Al Munawwarah Perdagangan.

Menurut Saragih, peletakan batu pertama di gereja katolik di Parapat juga merupakan kepentingan bersama. Sebab, bisa menjadi pilihan lain dalam berwisata ke Danau Toba, dan menjadi bagian penunjang Badan Otorita Danau Toba.

"Pendapatan perekonomian daerah dan masyarakat juga akan hidup, selain itu di sini akan dipenuhi dengan budaya dari Sumatera Utara. Hal ini bisa membuat wisatawan bisa mengenal lebih dalam soal adat dan budaya yang ada di Sumatera Utara," kata Saragih seperti dikutip Antara.

Sementara itu, Darwin Siagian berharap Gereja Katolik St Fidelis Parapat menjadi rumah ibadah yang dicari oleh masyarakat dalam menguatkan hati dan iman untuk memberikan kehidupan yang terbaik.

Uskup Agung Medan mengatakan, pembangunan gereja itu membutuhkan dana kira-kira Rp 9 miliar dan ditargetkan selesai sampai tahun 2019.

"Kehadiran Gereja Katolik St Fidelis Parapat menjadi kebanggaan kami," kata Anicetus.