Gatot Divonis 4 Tahun Penjara, Nurhajizah Marpaung Dilantik

Coky Simanjuntak | Jumat, 10 Maret 2017 00:03:18

Nurhajizah Marpaung (kiri)
Nurhajizah Marpaung (kiri)

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan menghukum mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujonugroho empat tahun penjara. Dia terbukti menyuap pimpinan dan anggota DPRD setempat periode 2009-2014 dan 2014-2019 sebesar Rp 61,8 miliar.

"Gatot juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp250 juta atau subsider 6 bulan kurungan," kata Majelis Hakim diketuai Didik Setyo Handono dalam amar putusannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Kamis (9/3).

Putusan ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa sebesar tiga tahun penjara. Sebelumnya, dalam perkara penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) dan hibah Pemprov Sumut tahun 2012 dan 2013, Gatot juga divonis 6 tahun penjara.

Di hari yang sama dengan vonis kedua Gatot, Presiden Jokowi melantik Brigadir Jenderal (Purn) Hj. Nurhajizah Marpaung sebagai Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) untuk sisa periode 2013-2018, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/3) pagi.

Nurhajizah menggantikan posisi Wakil Gubernur Sumut yang lowong setelah Wagub sebelumnya Tengku Erry Nuradi ditetapkan sebagai Gubernur Sumut menggantikan Gatot Pujo Nugroho, yang menjadi terdakwa kasus korupsi.

Nurhajizah lahir di Bandar Pulau, Asahan, tanggal 7 Agustus 1956. Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum USU Medan (1983), Magister Hukum Unpad Bandung (2008), dan Doktor ilmu hukum Unpad (2012).

Di lingkungan TNI, ia pernah menjabat sebagai Kabag Luhkum Rokum Setjen Kementerian Pertahanan pada tahun 2001 dan Kepala Biro Hukum (Rokum) Setjen Kementerian Pertahanan pada tahun 2011.