Gambar Pahlawan TB Simatupang akan Muncul di Uang Logam Rp 500

Ester Napitupulu | Rabu, 14 September 2016 14:09:00

TB Simatupang/wordpress
TB Simatupang/wordpress

Pemerintah memutuskan mencantumkan gambar 11 Pahlawan Nasional pada uang rupiah kertas dan logam. Salah satu dari pahlawan tersebut yakni Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang.

Gambar TB Simatupang, begitu dia dikenal, akan muncul pada bagian depan rupiah logam pecahan Rp 500,- (lima ratus rupiah).

Keputusan untuk menghormati jasa para Pahlawan Nasional ini dituangkan Presiden Jokowi lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 31 Tahun 2016 dan sudah ditandatangani pada 5 September 2016.

TB Simatupang lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920 dan meninggal di Jakarta pada 1 Januari 1990 (69 tahun) dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. 

(BACA: Tokoh-tokoh Batak Penentang Soeharto)

TB Simatupang/blogspot

Selain sebagai tokoh militer, TB Simatupang juga dikenal sebagai tokoh gereja di Indonesia. Dia mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 8 November 2013. Saat ini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan besar di kawasan Jakarta Selatan.

(BACA: Arsitek Batak Perancang Masjid Istiqlal)

Berikut 11 nama Pahlawan Nasional yang gambarnya diputuskan muncul pada uang rupiah kertas maupun logam sesuai keppres:

a. Gambar Pahlawan Nasional Dr. (HC) Ir. Soekarno dan Dr (HC) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah);

b. Gambar Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);

c. Gambar Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 20.000,00 (dua puluh ribu rupiah);

d. Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah);

e. Gambar Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah);

f. Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah);

g. Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutiah sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 1.000,00 (seribu rupiah);

h. Gambar Pahlawan Nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 1.000,00 (seribu rupiah);

i. Gambar Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 500,00 (lima ratus rupiah);

j. Gambar Pahlawan Nasional Dr. Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 200,00 (dua ratus rupiah); dan

k. Gambar Pahlawan Nasional Prof.Dr.Ir. Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp 100,00 (seratus rupiah).

“Sesuai dengan gambar dan nama termuat dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Presiden ini,” bunyi Pasal 1 Keppres tersebut.

Menurut Keppres tersebut, penggunaan gambar dan nama Pahlawan Nasional sebagaimana dimaksud telah mendapat persetujuan dari ahli waris masing-masing pahlawan nasional.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi Pasal 3 Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016.