Effendi Simbolon: Au Politisi, Satonga Jolma, Satonga Begu

Laurencius Simanjuntak | Selasa, 13 September 2016 16:09:13

Effendi Simbolon di Sinode Godang HKBP ke-63 di Sipoholon, Taput/batakgaul
Effendi Simbolon di Sinode Godang HKBP ke-63 di Sipoholon, Taput/batakgaul

Sinode Godang Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) ke-63 resmi dibuka di Auditorium HKBP, Sipoholon, Tapanuli Utara, Selasa (13/9).

Dalam kesempatan itu, Effendi MS Simbolon mewakili ruas (jemaat) diberi waktu untuk menyampaikan kata sambutan.

“Saya lihat HKBP semakin membaik 4 tahun ke belakang di bawah kempemimpinan Ompui Ephorus Pdt Dr Willem Simamarta. Banyak hal-hal positif, yang baik, tidak ada gejolak-gejolak yang berarti, tidak ada riak-riak yang memberikan kesan HKBP yang dulu,” kata Effendi.

(BACA: Ini Para Bakal Calon Ephorus HKBP yang Baru)

Meski dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan, Effendi menyatakan dia datang bukan mewakili parpol. Begitu juga rekannya Trimedya Panjaitan yang juga hadir.

“HKBP bukan organisasi politik. Ada harapan dari kami, jangan jadikan organisasi kita di sini seperti organisasi politik,” kata Effendi yang gagal menjadi Gubernur Sumut pada 2013 ini.

(BACA: 2 Calon Ephorus HKBP Tolak Permintaan Effendi Simbolon)

Effendi Simbolon dan Trimedya Panjaitan diulosi dalam Sinode Godang HKBP ke-63/batakgaul

Sebagai politisi dan anggota DPR, Effendi mengakui dirinya banyak kekurangan.

"Au politisi, satonga jolma, satonga begu. Molo pandita, satonga jolma, satonga malaikat (Saya politisi, setengah manusia, setengah setan. Kalau pendeta, setengah manusia, setengah malaikat),” kata Effendi disambut tawa 1.500-an sinodestan.

“Kalau kami lebih dominan duniawi, mengandalkan pikiran dan ate-ate nami (hati kami),” ujar Effendi yang dikenal suka mengkritik Presiden Jokowi ini.

(BACA: Gereja Tertua Ini Jejak Pertama Orang Batak di Jakarta)

Menurutnya, para pendeta sepenuhnya mengandalkan Tuhan. “Molo politisi dua tambah dua sadia, terserah bapak ma, pitu ma pitu, sia ma sia (Kalau politsi dua tambah dua berapa, terserah bapaklah, tujuh ya tujuh, sembilan ya sembilan),” katanya.

Dia juga mengaku justru banyak mengejar dosa selama bertugas di DPR.

"Di parpol, mangulului dosa do au bapak, 2019 maradian ma au sian DPR (Di parpol, mengejar dosa aku bapak, 2019 istirahatlah aku dari DPR),” ujarnya.

"Ganup ari ikkon margabus iba (setiap hari mesti berbohong saya),” kata Effendi disambut tawa.

(BACA: Timses Calon Ephorus HKBP Sampai Jemput Peserta Sinode di Bandara)

Hadir dalam pembukaan Sinode Godang sejumlah perwakilan menteri, tokoh HKBP S.A.E Nababan, Ketua Yayasan Kesehatan HKBP Trimedya Panjaitan, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Nurdin Tampubolon, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.