Dilarang Warga, Jemaat GBKP Terpaksa Ibadah di Kantor Camat

Ester Napitupulu | Minggu, 09 Oktober 2016 18:10:00

Ibadah sekolah minggu GBKP Pasar Minggu di Kantor Camat/kbr.id
Ibadah sekolah minggu GBKP Pasar Minggu di Kantor Camat/kbr.id

Jemaat Gereja Batak Karo Protestan terpaksa melaksanakan ibadah di Kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (9/10) siang. Hal ini lantaran aktivitas peribadatan di gereja yang mereka bangun sejak 1995, dilarang warga sekitar.

Pendeta GBKP Pasar Minggu, Penrad Siagian, mengatakan peribadatan di kantor kecamatan jelas tidak mendukung. Misalnya, lokasi yang berada di lantai empat tanpa lift, menyusahkan jemaat yang lanjut usia karena harus naik turun tangga.

"Belum lagi ruangannya kan tidak ada AC, jadi lumayan panas," kata Penrad.

Di kantor Camat itu, tidak semua jemaat juga bisa masuk.

(BACA: Gereja Tertua Ini Jejak Pertama Orang Batak di Jakarta)

Spanduk penolakan warga terhadap GBKP Pasar Minggu/blogpsot

Pada  27 September lalu, GBKP disegel karena ditolak warga sekitar. Spanduk penolakan gereja dan larangan beribadah bahkan dipasang di pagar depan gereja.  

Warga menilai, GBKP tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk tempat ibadah, melainkan hanya IMB untuk rukan (rumah kantor). Pada 30 September lalu Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniad akhirnya memberikan surat imbauan untuk menghentikan kegiatan ibadah di GBKP Pasar Minggu.

(BACA: Gereja Daulat Sonya Depari Jadi Duta Anti-Narkoba)

Camat Pasar Minggu Eko Kardiyanto mengatakan, pihaknya telah diminta untuk memfasilitasi jemaat gereja meski wilayah GBKP sebenarnya masuk Kecamatan Jagakarsa.

"Minggu depan kalau mau ibadah lagi ya di sini, sesuai instruksi kan sementara di sini dulu sampai beres masalahnya," kata Eko