Diberitakan Ditangkap Polda Sumut, Ramadhan Pohan Sebut Ada Modus

Coky Simanjuntak | Rabu, 20 Juli 2016 07:07:52

Ramadhan Pohan/ramadhanpohan.com
Ramadhan Pohan/ramadhanpohan.com

Politikus Partai Demokrat Ramadhan Pohan membantah telah ditangkap oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). 

Hal ini menyusul pemberitaan di beberapa media yang menyebut mantan wartawan tersebut dijemput paksa di rumahnya, Jakarta, Selasa (19/7).

"Siapa yang ditangkap, bos?” kata Ramadhan lewat akun Twitter-nya, Rabu (20/7).

Wasekjen DPP Partai Demokrat ini mencurigai ada modus di balik pemberitaan penangkapannya.

"Ngga ada penangkapan. Ngga ada penahanan. Ada yang modus ini,” ujar Ramadhan.

(BACA JUGA: Ditangkap! Aktor Restu Sinaga Simpan Narkoba dalam Jumlah Besar)

Spanduk Ramadhan Pohan saat mencalonkan Wali Kota Medan 2015

Untuk diketahui, pemberitaan penangkapan Ramadhan Pohan, yang menjadi tersangka kasus penipuan Rp 24 miliar, sudah muncul di beberapa media. 

Seperti dilansir beberapa media, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting, membenarkan Ramadhan Pohan ditangkap.

"Ya, benar, Ramadhan Pohan dijemput paksa dari Jakarta karena tidak memenuhi panggilan Polda Sumut," kata Rina Sari Ginting.

Rina mengatakan mantan anggota DPR itu sudah pernah diperiksa saat statusnya masih sebagai saksi.

Namun setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ketika dipanggil untuk pemeriksaan sebagai tersangka, Ramadhan Pohan tidak hadir dengan alasan kesehatan.

(BACA JUGA: 4 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Sadis Keponakan Bupati Simalungun)

Disebutkan, Ramadhan tidak mau membayar utang dari rekan dan simpatisan yang digunakannya untuk modal kampanye pencalonan wali kota Medan tahun lalu.

Lewat keterangan tertulis kepada wartawan, Ramadhan Pohan membantah soal utang tersebut.

"Ini cuma ada donatur minta ganti rugi kalah Pilkada saya. Dia kasihnya ke teman istri saya, padahal saya nggak perintah utang, juga nggak terima uang sepeserpun dan tak ada perjanjian utang piutang antara saya dengan mereka atau siapapun," katanya.