'Dibalbali' Pengusaha Tambang, Begini Wajah Sebastian Hutabarat

Alex Siagian | Rabu, 16 Agustus 2017 20:08:13

Sebastian Hutabarat/alex
Sebastian Hutabarat/alex

Batakgaul.com - Dua aktivis dari Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Sebastian Hutabarat dan Johannes Marbun, mengalami penganiayaan saat sedang mengunjungi tambang batu di Kabupaten Samosir, Selasa (15/8) pagi. Pelakunya diduga adalah JS, pemilik tambang galian C tersebut.

Ditemui batakgaul.com di kediamannya di Balige, Tobasa, Rabu (16/8), Sebastian bercerita, penganiayaan yang dialaminya berawal saat dia bersama Joe, sapaan Johannes Marbun, berkunjung ke Samosir Senin, 14 Agustus lalu.

(DAPATKAN: Kaos Batakgaul Edisi Khusus Kemerdekaan)

Esok harinya, mereka pergi ke salah satu pertambangan batu yang ada di Desa Silima Lombu, Kecamatan Onan Runggu.

Di lokasi tambang itu, Sebastian dan Joe bertemu dengan JS, pemilik tambang batu tersebut.

"Awalnya kami masih enak berbincang-bincang, bahkan sambil minum kopi. Tapi karena saya pernah mendengar soal penolakan masyarakat terhadap tambang itu, jadi saya coba menanyakan soal penolakan masyarakat itu," ujar Sebastian.

Diakui Sebastian, di situlah perbincangan mulai panas. “Hingga akhirnya terjadi penganiayaan. Yang saya lihat, mereka ada 3 orang yang memukul saya. Termasuk JS," ujar Sebastian yang banyak dikenal sebagai fotografer profesional tersebut.

Tidak seperti Sebastian, Joe berhasil kabur dari amuk JS dan kawan-kawan. Dia berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar. Sementara Sebastian terjebak dan menjadi bulan-bulanan bos tambang dan anak buahnya.

Namun, akhirnya Joe berhasil memanggil warga sekitar untuk meredakan amuk JS dan kawan-kawan. “Soerang ibu-ibu yang meredakan,” kata Sebastian.

Mengalami luka-luka akibat penganiayaan, Sebastian dan Joe akhirnya melaporkan tindakan JS dan kawan-kawan ke Polres Samosir dengan nomor laporan LP/VIII/2017/SMR/SPKT tanggal 15 Agustus 2017.

Caption

Kapolres Samosir AKBP Donald Simanjuntak yang coba dihubungi media melalui telepon selulernya Rabu (16/8) sore, belum memberikan jawaban. Pesan singkat yang dilayangkan kru media ini juga berbalas.

Sebastian berharap agar kasus ini secepatnya diungkap oleh pihak kepolisian.