Di Laguboti, Luhut Pandjaitan Cerita Martabak Anak Jokowi

Jordan Silaban | Senin, 25 Juli 2016 05:07:53

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan/Facebook
Menko Polhukam Luhut Pandjaitan/Facebook

Berbagai cerita menarik selalu disampaikan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan saat memimpin wisuda di kampus institut Teknologi Del, Laguboti, Toba Samosir. 

Misalnya saja, Sabtu (23/7), Luhut bercerita tentang martabak Markobar yang dirintis putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.

Saat bicara di depan ratusan mahasiswa di perguruan tinggi yang didirikannya itu, Luhut menceritakan salah satu pengalamannya bertemu Gibran ada bulan puasa lalu.

Kala itu, Luhut diundang presiden untuk buka puasa bersama. Gibran ikut hadir mendampingi sang ayah. 

(BACA JUGA: Luhut Pandjaitan: Kami Orang Batak Suka Makan…)

Setelah menyalami beberapa tamu, giliran Gibran menghampiri Luhut. Pria kurus itu kemudian memberi salam dan berbincang-bincang sebentar dengan mantan jenderal tersebut. 

Luhut dan Gibran ternyata tidak bicara politik, melainkan soal bisnis. Luhut bertanya soal perkembangan bisnis martabak yang sedang dirintis Gibran.

“Bulan puasa yang lalu, saya buka bersama dengan Presiden. Gibran datang. Saya tanya, ‘Bran, bisnisnya bagaimana? Akan nambah bisnis baru?’ Terus dia bilang, ‘saya bisnis katering dan martabak saja. Tidak mau aneh-aneh,” ujar Luhut.

Jawaban Gibran itu membuat Luhut heran. Sebab, jarang sekali anak seorang Presiden tidak mau memanfaatkan jabatan bapaknya untuk meraup keuntungan.

Menurut Luhut, tidak mudah menemui anak muda yang mau berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, seperti Gibran. 

Presiden Jokowi mengunjungi gerai martabak milik anaknya/blogspot

Karena begitu kagumnya, setelah pertemuan itu, kemanapun dia pergi Luhut selalu bercerita tentang usaha martabak Gibran. Bahkan, ketika Luhut melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Saat saya bicara di luar negeri, saya bilang ke mereka anak presiden Indonesia punya usaha sendiri, bikin pancake,” kata Luhut disambut tawa para hadirin.

“Ya kalau kita bilangnya kan martabak. Kalau orang luar negeri mana ngerti martabak. Ya saya sebut saja pancake,” tambah Luhut.

(BACA JUGA: Salut! Luhut Pandjaitan Masih Mau Menyetrika Pakaian Sendiri)

Oleh karena itu, kepada setiap anak muda, Luhut selalu menekankan tentang kesederhanaan dan kemandirian. Menurutnya, anak muda harus bisa berusaha agar berkembang dengan kemampuannya.

Luhut mengatakan, saat ini sektor perekonomian dalam negeri sedang berkembang. Pemerintah membuka seluas-luasnya kesempatan bagi siapapun untuk membuka usaha. 

Tugas pemerintah, kata Luhut, menjaga iklim investasi dan bisnis berjalan sesuai dengan peraturan hukum di Indonesia.

Mantap Tulang Luhut…!!! :D