Demi Keindahan, Keramba Ikan di Danau Toba akan Ditata Ulang

Jordan Silaban | Minggu, 15 Mei 2016 04:05:12

Atiqah Hasiholan di Danau Toba/@RatnaSpaet
Atiqah Hasiholan di Danau Toba/@RatnaSpaet

Banyaknya keramba di Danau Toba tidak hanya mengurangi keindahan danau vulkanis terbesar di dunia itu, tetapi juga menimbulkan potensi pencemaran. 

Ratusan ton ikan yang mati Haranggaol, Kabupaten Simalungun, cukup membuktikan bahwa keramba yang semrawut bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Berkaca dari kejadia tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan melakukan penataan dan zonanisasi keramba jaring apung yang ada di Kabupaten Samosir.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Samosir Walson Sagala di Samosir, tanpa penataan yang baik, keindahan Danau Toba akan berkurang.

(BACA: Ini Orang Barat Pertama yang Injakkan Kaki di Danau Toba)

Saat ini, Pemprov Sumut mengadakan rapat penataan dan zonanisasi keramba jaring (KJA) apung untuk mengembalikan fungsi Danau Toba sebagai objek wisata.

Pemkab Samosir dalam posisi sulit dengan tuntutan organisasi pecinta lingkungan untuk meniadakan KJA supaya air Danau Toba jernih kembali.

"Tidak mudah, karena KJA terkait dengan mata pencarian masyarakat. Begitupun kami berupaya menekan tingkat pencemaran Danau Toba, seperti penataan," kata Walson seperti dikutip Antara beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, penataan tidak saja akan mengembalikan Danau Toba sebagai objek wisata, tetapi menguntungkan juga bagi petani petambak, karena kematian ikan akibat pencemaran air bisa ditekan.

Renaldi Naibaho, salah satu warga pemilik KJA mendukung rencana pemerintah untuk melakukan penataan dan zonanisasi KJA guna membangkitkan pariwisata Danau Toba, khususnya di Samosir.

"KJA milik saya siap direlokasi, tetapi jangan sampai ditiadakan, karena ratusan kepala keluarga bergantung pada budi daya ikan Nila," kata Reinaldi.

BACA JUGA