Dalam 5 Hari, Sinabung Meletus 47 Kali

Coky Simanjuntak | Selasa, 07 Februari 2017 18:02:29

Ilustrasi erupsi Sinabung/Facebook
Ilustrasi erupsi Sinabung/Facebook

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terus meletus. Sejak Kamis (2/2) hingga hari ini Selasa (7/2), gunung tersebut tercatat sudah 47 kali meletus. 

Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG mengamati erupsi disertai luncuran awan panas terus berlangsung tanpa dapat diprediksi kapan aktivitas vulkanik akan menurun. 

"Sejak Juni 2015 hingga sekarang status Gunung Sinabung tetap Awas (level IV). Kawasan rawan bencana terus meluas,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat siaran pers.

PVMBG melaporkan berturut-turut letusan yakni:

  • Kamis (2/2) meletus 8 kali
  • Jumat (3/2) meletus 12 kali
  • Sabtu (4/2) meletus 12 kali
  • Minggu (5/2) meletus 7 kali
  • Senin (6/2) hingga Selasa (7/2) meletus 8 kali.

 

Namun, letusan tanpa disertai suara dentuman. Kolom abu putih tebal keabuan mencapai ketinggian 1.000-2.000 m dari puncak, condong mengarah timur. 

"Erupsi juga disertai guguran lava meluncur sejauh 500-2000 m ke arah selatan, tenggara, dan timur,” ujar Sutopo.

Larangan terhadap masyarakat terus diberlakukan. PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. 

"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar,” ujar Sutopo.

Dengan makin meluasnya daerah yang berbahaya maka jumlah masyarakat yang harus direlokasi juga bertambah. Pemerintah Kabupaten Karo kesulitan mencari lahan untuk relokasi. 

Relokasi tahap I sebanyak 370 KK sudah selesai dilakukan di kawasan Siosar sekitar 35 km dari desa asalnya yaitu Desa Bekerah dan Simacem. Masyarakat mendapat bantuan rumah, lahan pertanian seluas 0,5 hektar per KK dan bantuan lain.

Saat ini Perintah sedang bekerja keras menyelesaikan relokasi tahap II untuk 1.903 KK. Sebanyak 1.655 unit rumah ditargetkan selesai pada Agustus 2017. Selanjutnya masih ada 1.050 KK yang harus direlokasi tahap III nantinya.