China Siap Gelontorkan Rp 134 T untuk Rel Kereta Medan-Danau Toba

Ester Napitupulu | Selasa, 11 Juli 2017 16:07:31

Danau Toba/batakgaul
Danau Toba/batakgaul

Iklim investasi Indonesia yang semakin baik membuat investor dari banyak negara mulai melirik peluang. Salah satunya adalah China yang siap berinvestasi besar-besaran untuk Danau Toba, Sumatera Utara.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menjelaskan investor China berupaya untuk mengembangkan sektor perikanan dan infrastruktur, yakni dengan membangun jalur kereta yang menghubungkan Medan hingga tembus ke Danau Toba.

"Dia (China) mau bangun railroad dari Medan sampai Danau Toba, dia mau bangun infrastruktur. Saya pikir dia mau investasi kecil, dia bilang kami siap sampai USD 10 miliar,” kata Luhut seperti dikutip detik.com, di Jakarta, Selasa (11/7).

Jika dikonversikan ke rupiah (USD 1=Rp 13.400), rencana investasi China tersebut sekitar Rp 134 triliun.

Sebelumnya, kata Luhut, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut juga telah menanamkan modalnya di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai sekitar USD 7 miliar.

"Kita punya showcase yang kita tidak pernah tahu. Investasi Tiongkok di Morowali itu hampir USD 7 miliar, telah mulai produksi minggu lalu, itu adalah stainless steel," kata Luhut.

Walau pemerintah membutuhkan penanaman modal baru, Luhut menegaskan, para investor tersebut tetap harus mengikuti kebijakan dan aturan pemerintah RI.

"Tapi saya bilang kamu harus mengikuti rules of engagement Indonesia, tidak bisa kamu (China) yang atur,” tegas pria kelahiran Huta Namora, Silaen, Tobasa ini.

Dalam forum bisnis di China Agustus tahun lalu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan butuh USD 20 miliar untuk investasi di 10 destinasi wisata yang diprioritaskan pemerintah.

"Dari jumlah itu, pemerintah Indonesia akan menyiapkan 50%-nya dalam bentuk pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, tol, bandara, pelabuhan, dan sebagainya,” ujar Arief kala itu.

"Sisanya, USD 10 Miliar mengajak private sector atau swasta untuk membangun amenitas," kata Arief Yahya di hadapan para pengusaha China itu.

Dari USD 10 miliar tu, kata Arief Yahya, diharapkan bisa didapat dari investor China yang saat ini memiliki kapital yang paling kuat untuk berinvestasi.