Buat Karangan Terbanyak, Pelajar Labuhanbatu Siap Pecahkan Rekor

Jordan Silaban | Sabtu, 26 November 2016 07:11:39

Ilustrasi mengarang/blogspot
Ilustrasi mengarang/blogspot

Ribuan pelajar di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, akan terlibat dalam kegiatan menulis karangan massal. Aksi ini sekaligus akan mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia sebagai penulisan karangan terbanyak.

Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Sarimpunan Ritonga mengatakan, tema karangan difokuskan kepada visi pembangunan Labuhanbatu.

Pelajar nantinya menulis harapan dan partisipasinya guna mewujudkan 'Labuhanbatu Hebat dan Berdaya 2025'.

"Kami ingin memperkenalkan visi-misi Bapak Pangonal Harahap sebagai Bupati Labuhanatu kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk kepada pelajar. Dengan mengetahui visi misi bupati kita bisa mendukung pembangunan sehingga Labuhanbatu bisa lebih hebat dan lebih berdaya ke depan,” kata Ritonga seperti dikutip Antara, Jumat (25/11).

Ia mengatakan, sebagai kabupaten literasi pertama di Sumut, Labuhanbatu ingin menjadi contoh baik bagi daerah lainnya dan seiring dengan itu harapannya kedepan kualitas pendidikan di daerah itu semakin meningkat.

Pihaknya juga berusaha terus berinovasi guna mempercepat terwujudnya budaya literasi, salah satu upaya baru yang dilakukan adalah menetapkan target jumlah buku yang tuntas dibaca siswa.

Siswa Wajib Baca Buku

Ritonga memaparkan, di tingkat SD/MI siswa diwajibkan tuntas membaca enam buku, SMP/MTs 12 buku, dan SMA/SMK/MA sebanyak 18 buku.

Selain itu, Dinas Pendidikan Labuhanbatub juga mencanangkan program pembangunan perpustakaan sekolah dan pengadaaan buku, dengan target 90 persen sekolah sudah memiliki perpustakaan pada akhir tahun 2020.

Sedikitnya 50 ribu eksemplar buku akan didistribusikan ke sekolah setiap tahunnya yang pengadaannya akan melibatkan pemda, sekolah, swasta, dan masyarakat.

"Jadi anak-anak kita bisa membaca satu buku baru setiap tahunnya," katanya.

Koordinator USAID Prioritas Labuhanbatu Hamzah Nasution mengatakan, persiapan teknis telah rampung dan sebanyak 101 sekolah baik SD/MI, SMP/MTs, mau pun SMA/SMK/MA dipastikan terlibat dalam kegiatan tersebut.

"Selain menulis karangan massal, ada juga kegiatan pelantikan 20 orang duta literasi untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Mereka adalah siswa yang paling aktif membaca buku dari sembilan kecamatan di Labuhanbatu," katanya.