Bomber Gereja Santo Yosep Terinspirasi Serangan ISIS di Prancis

Jordan Silaban | Senin, 29 Agustus 2016 10:08:33

Ivan Armadi Hasugian, bomber Gereja Santo Yosep Medan/twitter
Ivan Armadi Hasugian, bomber Gereja Santo Yosep Medan/twitter

Pelaku teror bom di Gereja St Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, Ivan Armadi Hasuhian (18), mengaku terinspirasi serangan teror ISIS di Prancis.

Hal ini terungkap setelah petugas kepolisian menginterogasi pelaku dan menemukan coretan mirip lambang ISIS di rumahnya.

“Dari hasil interogasi, tersangka yang mengaku melihat dari internet kejadian di Prancis sehingga terinspirasi. Namun pengakuan ini masih kita selidiki," jelas Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Minggu (28/8) malam.

"Dari penggeledahan rumah memang ada coret-coretan tangan (mirip lambang ISIS),” imbuhnya.

(BACA: Tetangga Pelaku Dengar Ledakan Sehari Sebelum Bom di St Yosep)

Gereja Santo Yosep, Medan, pasca-serangan/twitter

Tidak hanya coretan mirip lambang ISIS, dari penggeledahan itu, petugas juga menemukan kabel, pentul korek api, hingga buku-buku robotik. 

(BACA: Polisi: Pelaku Teror Bom Ingin Bunuh Pastor Albert Pandiangan)

Namun, soal benda apa saja yang dibawa pelaku saat serangan di Gereja Santo Yosep, polisi belum bisa merinci.

"Masih dianalisis tim laboratorium forensik. Kita belum bisa nyatakan apa isinya," ucapnya.

Menurut Mardiaz, motif penyerangan  juga masih didalami petugas. Kesimpulan penyelidikan nantinya akan disampaikan langsung kepada publik.

9 Saksi

Hingga Minggu (28/8) malam, polisi sudah memeriksa 9 orang saksi terkait serangan ini. Para saksi berasal dari pihak gereja, maupun dari keluarga pelaku,

Ivan akan dijerat dengan UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 dan Pasal 338 KUH Pidana. 

"Kita masih mendalami, karena tersangka masih syok saat diamankan tersangka mengalami luka pada wajah," jelas Mardiaz.