Berhijab, Boru Aritonang Ini Jadi Panitia Natal di Medan

Tuntun Siallagan | Senin, 12 Desember 2016 14:12:18

Naliza Syahrina Aritonang bersama rekan-rekannya Boru Aritonang di perayaan natal/batakgaul
Naliza Syahrina Aritonang bersama rekan-rekannya Boru Aritonang di perayaan natal/batakgaul

Ada yang menarik dalam perayaan Natal Generasi Muda Toga Aritonang (GMTA) Kota Medan yang dilaksanakan di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Jalan Stadion Teladan, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (10/12) malam.

Di depan pintu gereja, seorang perempuan cantik yang mengenakan hijab terlihat membagi-bagikan bunga kepada jemaat yang datang untuk mengikuti ibadah. Dia adalah Naliza Syahrina Aritonang, yang ikut sebagai panitia dalam perayaan natal tersebut. 

Naliza, yang bertugas sebagai penerima tamu dan dokumentasi, mengaku senang dapat terlibat dalam perayaan natal itu karena bisa bertemu dengan saudara semarga meskipun agama mereka berbeda.

"Saya kan gabung di GMTA, jadi saya ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan baik dalam perayaan keagaaman. Teman yang lain juga sebaliknya. Jadi tujuannya untuk mempererat hunungan kekeluargaan semarga meskipun beda agama," ujarnya kepada batakgaul.com.

 

(BACA: Heboh! Perempuan Berkerudung Jual Nasi Uduk Babi di Mal Jakarta)

 

Tidak hanya merasa senang, Boru Aritonang ini juga bisa bertemu dengan keluarganya yang lain yang sebelumnya belum pernah dia temui.

Ketua GMTA Kota Medan, Adventus Aritonang mengatakan, perayaan yang digelar pihaknya ingin menunjukkan kasih yang nyata terhadap sesama, tak terkecuali yang beda agama.

"Saya juga bangga melihat Aritonang di seluruh Indonesia karena mempunyai hati yang sama tanpa membedakan agama ataupun status sosial. Semoga dalam perayaan Natal ini bisa mempererat tali persaudaraan sesama marga Aritonang dan menunjukkan kasih yang nyata di sekitar lingkungannya," ujarnya.

(BACA: Usai Insiden Bom, Relawan Masjid Ikut Bersihkan Gereja Oikumene)

Hal senada juga disampaikan oleh penasihat GMTA Kota Medan, AKBP Purn Binsar Aritonang. Menurutnya, tujuan punguan marga Aritonang tersebut adalah untuk mempererat tali persaudaraan antar marga Aritonang, boru dan bere.

"Tujuannya berbunyi 'sada do hita Aritonang'. Aritonang juga mempunyai banyak saudara muslim di Aceh dan ada juga seorang kiai. Tapi kami tidak memandang agama karena kami punya marga yang sama," ujarnya.

SPONSORED
loading...