Benarkah Misionaris AS Munson & Lyman Tewas Dimakan Orang Batak?

Ester Napitupulu | Rabu, 21 September 2016 06:09:15

Henry Lyman dan Samuel Munson/blogspot
Henry Lyman dan Samuel Munson/blogspot

Nama Samuel Munson dan Henry Lyman kembali menjadi perbincangan setelah Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengusulkan dua misionaris asal Amerika Serikat itu dijadikan nama untuk Bandara Silangit di Siborong-borong.

Lalu siapa sebenarnya Munson dan Lyman?

Masuk tanah Batak pada 1834, keduanya adalah misionaris (penginjil) Barat kesekian yang mencoba ‘mengkristenkan’ Tanah Batak. Namun, sebelum tujuannya kesampaian, Munson-Lyman keburu terbunuh dalam perjalannya di Bonapasogit.

Ya, mereka dicegat penduduk lalu dibunuh di wilayah perbatasan Lobu Pining, Tarutung, Tapanuli Utara pada 28 Juni 1834. 

Sejumlah sumber menyebutkan, mereka dibunuh dan tubuhnya dimakan oleh para orang Batak kuno yang kanibal (pemakan daging manusia). 

(BACA: Benarkah Orang Batak Dulu Suka Makan Orang?)

Namun Budayawan Batak, Sitor Situmorang, menilai cerita pembunuhan Samuel-Lyman ini yang selalu ditonjolkan orang Barat, terutama dalam tulisan yang membela penjajahan sebagai ‘tugas suci’ mereka untuk menyebarkan peradaban.

Padahal, kata Sitor, menurut versi penduduk Lobu Pining, Munson dan Lyman terbunuh dalam insiden antara penduduk dan pendatang, yang dipicu tewasnya seorang ibu akibat tertembak oleh pengawal mereka.

“Kenyataan bahwa motif utama yang disebut “pembunuhan” akibat pelanggaran kedaulatan negeri cenderung dikesampingkan begitu saja,” protes Sitor terhadap wacana yang dikembangkan Barat.