Belasan Rumah Ibadah Dibakar di Tanjungbalai, Ini Kronologinya!

Coky Simanjuntak | Minggu, 31 Juli 2016 11:07:14

Kelenteng Dewi Samudera di Tanjungbalai dibakar/facebook
Kelenteng Dewi Samudera di Tanjungbalai dibakar/facebook

Sekitar 11 wihara dan klenteng serta dua yayasan sosial dirusak dan dibakar dalam kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu (30/7) dini hari. Delapan unit kendaraan roda empat juga dilaporkan dibakar. 

Tidak ada korban jiwa akibat kerusuhan ini, namun kerugian akibat kerusuhan berbau SARA ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Berikut kronologi kerusuhan yang disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, Sabtu (30/7):

1. Kejadian ini berawal dari adanya permintaan seorang warga Tionghoa, M (41), warga Jalan Karya Tanjungbalai Balai yang menegur nazir Masjid Al Makhsum yang ada di Jalan Karya dengan maksud agar mengecilkan volume mikrofon yang ada di masjid, di mana menurut nazir masjid bahwa hal tersebut telah diungkapkan beberapa kali.

2. Sekitar pukul 20.00 WIB, setelah selesai salat Isya, jemaah dan nazir masjid menjumpai M ke rumahnya. Kepala lingkungan mengamankan M dan suaminya ke kantor lurah. Karena suasana pada saat itu sudah agak memanas, maka M dan suaminya diamankan ke Polsek Tanjungbalai Selatan.

(BACA: Tragis! Abdi Purba Tewas dalam Kerusuhan Relokasi Korban Sinabung)

3. Setibanya di Polsek lalu dilakukan pertemuan dengan melibatkan Ketua MUI, Ketua FPI, camat, kepling dan tokoh masyarakat setempat. Pada saat bersamaan massa mulai banyak berkumpul yang dipimpin kelompok elemen mahasiswa dan melakukan orasi. Selanjutnya massa yang diimbau sempat membubarkan diri.

Wihara korban amuk massa diberi garis polisi/facebook

4. Pukul 22.30 WIB massa kembali berkumpul karena diduga telah mendapat informasi melalui media sosial (Facebook) yang diposting salah seorang warga. Selanjutnya massa kembali mendatangi rumah M di Jalan Karya. Mereka hendak membakar namun dilarang warga sekitar.

(BACA: FPI Protes Babi Panggang Karo, Josua Siregar Surati Jokowi)

5. Karena massa sudah semakin banyak dan semakin emosi, selanjutnya massa bergerak menuju Vihara Juanda yg berjarak sekitar 500 meter dari Jalan Karya. Upaya pembakaran  diadang personel Polres Tanjungbalai, namun terjadi pelemparan menggunakan batu sehingga vihara mengalami kerusakan.

6. Selanjutnya massa bergerak melakukan tindakan pembakaran dan pengerusakan di sejumlah vihara dan klenteng di Tanjungbalai. Massa melakukan pembakaran dan perusakan terhadap:

  • 1 Unit Vihara
  • 3 unit klenteng
  • 3 Unit mobil
  • 3 Unit sepeda motor
  • 1 Unit Betor di Pantai Amor;
  • Merusak barang-barang 1 unit klenteng di Jalan Sudirman
  • Merusak barang-barang 1 unit klenteng dan 1 unit praktik pengobatan Tionghoa serta 1 unit sepeda motor di Jalan Hamdoko
  • Merusak barang-barang 1 unit klenteng di Jalan KS Tubun dan 1 unit bangunan milik Yayasan Putra Esa di Jl Nuri
  • Membakar barang-barang dalam 1 unit vihara di Jalan Imam Bonjol
  • Merusak isi bangunan Yayasan Sosial dan merusak 3 unit mobil di Jalan WR Supratman
  • Merusak pagar vihara di Jalan Ahmad Yani
  • Membakar barang-barang yang ada dalam 1 unit klenteng di Jalan Ade Irma.

 

Adapun jenis barang-barang yang dibakar maupun yang dirusak massa di dalam vihara dan Kelenteng itu berupa peralatan sembahyang seperti dupa, gaharu, lilin, minyak dan kertas, meja, kursi, lampu, lampion, patung Budha, dan gong.

7. Polisi kemudian mengambil sejumlah langkah untuk mengendalikan situasi. Mereka berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait termasuk dengan Polres terdekat. Mereka juga berkoordinasi dengan Muspida, tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

"Kita juga menyampaikan imbauan dan menghalau massa untuk membubarkan diri. Melakukan penjagaan dan pengamanan di lokasi vihara dan kelenteng," sambung Rina.

(BACA: Soal Babi Panggang Karo, Pemkab Tak Peduli Ultimatum FPI Cs)

Berikut daftar rumah ibadah dan panti sosial yang menjadi korban amuk massa: 

1) Wihara Tri Ratna di Jalan Asahan,
2) Wihara Avalokitesvera di Jalan Imam Bonjol,
3) Klenteng Dewi Ratna
4) Klenteng Dewi Samudera di Jalan Asahan,
5) Klenteng Tiau Hau Biao di Jalan Asahan
6) Klenteng Lyoung Jalan Sudirman
7) Wihara Vimalakirty
8) Klenteng Hien Tien Siong
9) Klenteng Macho
10) Klenteng Lin Kioe Ing Tong Jalan A Yani
11) Klenteng Huat Cu Keng Jalan Juanda
12) Yayasan Sosial Kemalangan
13)Yayasan Putra Esa