Bela Ahok, Megawati Sebut Orang Batak Juga Bersuara Keras

Maruli Simarmata | Selasa, 11 Oktober 2016 21:10:51

Megawati dan Ahok/blogspot
Megawati dan Ahok/blogspot

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri heran mengapa ucapan keras calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) selalu menjadi sentimen negatif bagi sebagian kalangan.

Padahal, ucapan keras itu biasa dilakukan banyak orang, khususnya dari Sumatera.

"Banyak orang memberikan sentimen emosional, untuk mengatakan Pak Ahok itu mulutnya agak kelewatan. Lalu saya bilang, sampai ke level presiden, saya bilang ke Pak Jokowi, kalau pak Ahok mulutnya tidak begitu, dia bukan orang Bangka," ujar Megawati.

Hal itu dikatakan Megawati dalam konferensi pers usai mengajak sejumlah bakal calon kepala daerah, termasuk AHok berziarah ke makam Soekarno di Blitar, Senin (10/10).

(BACA: Annisa Yudhoyono: Saya Keturunan Pohan Simanjuntak Nomor 16)

Menurut Megawati, setiap suku memiliki ciri khas masing-masing. Misalnya orang dari suku Jawa yang terkenal dengan tutur kata halus, dan orang Batak yang bersuara keras.

"Kalau Jawa memang halus, tapi orang sebelah sana (Bangka Belitung) biasanya ya begitu kan,” ujarnya. 

"Kalau saudara-saudara ada yang dari Batak, kalau nyanyi juga kan 'kayak' teriak-teriak. Jadi kenapa dimasukkan ke sentimen negatif," ujar Megawati disambut tawa para politisi PDIP dari Batak.

(BACA: Ahok Sudah Diulosi oleh Dua Keluarga Batak Ini)

Megawati mengaku telah meminta Ahok berhenti melayani permintaan wawancara "doorstop" dari awak media, lantaran kerap dijadikan sentimen negatif.

"Saya bilang ke pak Ahok kalau ada 'doorstop' tidak usah ngomong, karena itu titipan dari wartawan-wartawan yang ada, yang dimasukannya negatif terus," ujar Megawati.