Bandrek Naga Baling, Tempat Nongkrong ‘Naposo' Balige Sejak 1990 

Alex Siagian | Sabtu, 18 Februari 2017 20:02:29

Bandrek Naga Baling/alex
Bandrek Naga Baling/alex

Sekilas tidak ada yang istimewa dari warung ini. Apalagi tidak ada pelang khusus yang menginformasikan apa produk yang dijual warung di Jalan Sisingamangaraja, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. 

Namun, kebanyakan anak-anak muda (naposo) di Balige sudah tahu bahwa warung yang menempati lantai dasar ruko tiga lantai itu menjual bandrek dari sore hingga larut malam. Mereka mengenalnya dengan 'Bandrek Naga Baling.’

Meski menunya hanya berupa gorengan, teh manis, kopi dan tentunya menu andalan Bandrek Naga Baling, warung ini selalu saja terlihat ramai setiap malamnya. 

Saking ramainya, pengunjung warung ini suka membludak sehingga sang penjual memasang tenda di atas trotoar hingga ke depan Monumen Raja Sonak Malela. Di bawah tenda itulah kompor untuk menggoreng dan tungku untuk memanaskan bandrek diletakkan. 

Monumen Raja Sonak Malela/batakgaul

Bistok Napitupulu, pengelola Bandrek Naga Baling, menceritakan warungnya itu sudah berdiri sejak 1990. Adalah Tombak Napitupulu, ayah Bistok, yang pertama kali membuka lapak tersebut.

“Saat itu namanya Bandrek Veteran karena bapak  seorang veteran. Namun sejak tahun 2006 lalu, usaha ini diwariskan kepadaku, dan namanya menjadi bandrek Naga Baling," papar Bistok kepada batakgaul.com belum lama ini di warungnya.

Bistok mengatakan bandrek yang ia jual juga masih meneruskan resep yang diwariskan bapaknya. "Ini resep dari ayah saya. Nggak ada resep tambahan khusus, sama seperti bandrek pada umumnya," ujar Bistok merendah.

Lalu, kenapa namanya Naga Baling?