Bah! Ternyata Menteri Rizal Ramli Pandai ‘Manortor

Coky Simanjuntak | Minggu, 15 Mei 2016 13:05:48

Menko Kemaritiman Rizal Ramli (kedua dari kiri) <i>manortor</i> di acara Fun Walk for Wonderful Toba/FB
Menko Kemaritiman Rizal Ramli (kedua dari kiri) manortor di acara Fun Walk for Wonderful Toba/FB

Meski bukan orang Batak, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli ternyata pandai manortor (menari tortor). Hal itu dia tunjukkan saat membuka acara ‘Fun Walk for Wonderful Toba’ di Silang Monas, Jakarta, Minggu (15/5) pagi.

Dengan ulos di bahu kanannya, Rizal manortor bersama pengurus Horas Halak Hita (H3), penyelenggara acara. Rizal juga sama sekali tidak canggung menarikan tarian tradisional Batak tersebut.

Usai manortor, Rizal bahkan memuji Danau Toba. Menurutnya, Danau Toba memiliki kekuatan magnet sejarah yang luar biasa dan dapat menjadi daya tarik wisatawan.

Hal inilah, kata Rizal, yang membuat pemerintah gencar membangun wisata danau vulkanis terbesar di dunia tersebut.

"Danau Toba itu memiliki daya tarik sejarah yang luar biasa. Sekitar 70.000 tahun yang lalu, terjadi ledakan volkano yang luar biasa besar yang lebih besar dari Gunung Krakatau dan Gunung Vesuvius di Pompeii, Italia," kata Rizal.

(BACA: Mampukah Jokowi jadikan Danau Toba ‘Monaco of Asia?)

Kemudian, lanjut Rizal, ketika ledakan volkano yang mengakibatkan terbentuknya Danau Toba tersebut, dunia gelap selama berbulan-bulan.

"Akibat dunia gelap, suhu berubah dan terjadi apa yang sekarang dikatakan perubahan iklim."

Perubahan iklim yang dahsyat tersebut membuat benua-benua yang disatukan es itu mencair serta flora dan fauna mengalami transformasi.

"Kalau sejarah itu dikemas dengan wisata, maka akan banyak orang yang akan datang ke Danau Toba," cetus dia.

Rizal mengatakan pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Danau Toba.

Mulai dari pembangunan jalan tol penghubung dari Bandara Kuala Namu ke Danau Toba untuk mempersingkat waktu tempuh dan pembangunan jalan lingkar di Pulau Samosir.

"Pemerintah juga akan mempermudah izin wisatawan datang ke Indonesia. Begitu juga dengan izin-izin kapal pesiar untuk bisa bersandar di wilayah Indonesia," tukas dia.

Tarian Tortor di acara Fun Walk for Wonderful Toba/FB

Tidak Cuma Bali

Rizal mengatakan pemerintah tak ingin hanya Bali yang dikenal sebagai tujuan wisata di Tanah Air.

"Pemerintah setiap tahun menggelontorkan dana besar untuk pariwisata. Tapi anehnya hanya Bali yang dikenal," ujar Rizal.

Penyebab utama adalah selama ini tidak fokus karena anggaran pariwisata tersebut dibagi untuk 80 tujuan wisata ditambah 200 daerah tambahan.

Akibatnya, yang terkenal hanya Bali. Padahal masih banyak daerah tujuan wisata di Tanah Air yang tak kalah indah dibandingkan Bali.

"Makanya untuk tahun ini, strategi kita ubah. Hanya fokus pada 10 daerah wisata," tambah dia.

(BACA: Ini Orang Barat Pertama yang Injakkan Kaki di Danau Toba)

Tujuannya agar anggaran yang ada bisa digunakan untuk pengembangan infrastruktur di daerah tujuan wisata tersebut. Salah satu dari 10 daerah wisata tersebut adalah Danau Toba.

"Danau Toba dipilih karena indah. Memang sekarang kotor, karena banyak kerambah. Perlahan akan kita tata," katanya.

Kemudian masyarakat di daerah Danau Toba juga dinamis dan optimistis. Dalam waktu dekat, pemerintah akan membangun infrastruktur penunjang di Danau Toba.