Bah! Hotman Paris Hutapea Buat Sayembara Berhadiah Mobil Mewah

Ester Napitupulu | Rabu, 19 Oktober 2016 17:10:14

Hotman Paris Hutapea dengan mobil Lambordhini-nya/kpl
Hotman Paris Hutapea dengan mobil Lambordhini-nya/kpl

Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali membuat sensasi. Kali ini lewat sayembara terkait persidangan kasus pembunuhan Wayan Mirna di Pengadilan Jakarta Selatan.

Isinya, barangsiapa yang bisa menyadarkan dan menghadirkan kembali dua ahli racun versi jaksa penuntut umum, maka Hotman akan merelakan mobil mewah merek Lamborghini miliknya kepada lembaga sosial atau amal.

Menurut Hotman, semua dilakukan agar dua ahli racun tersebut mengulang kesaksiannya dengan benar. 

“Mereka harus kembali memberikan kesaksian yang benar dan obyektif sebelum putusan dibacakan agar Jessica bebas dari hukum atas dasar pendapat tidak rasional para ahli,” kata Hotman.

Pernyataan pengacara asal Laguboti itu tertulis dalam selebaran berjudul Press Release Kasus Jessica (Hadiah Mobil Lamborghini) 'Apakah Ahli Racun Sama dengan Tuhan atau…?” yang disebarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, (17/10).

Hotman menilai pendapat dari dua ahli racun yang dihadirkan JPU,  Kombes Pol Nursamran dan I Made Agus Gelgel Wirasuta, sangat tidak rasional. 

"Tak terasa air mataku menetes atas nasib Jessica yang mungkin akan dihukum karena pendapat dua ahli racun itu," katanya.

Dalam selebaran itu, Hotman juga memaparkan keterangan Nursamran dan Agus Gelgel yang ia anggap tak masuk akal. Menurutnya, keterangan Nursamran Suban di saat melakukan uji laboratorium untuk menentukan kapan sianida dituangkan ke es kopi Vietnam yang ditenggak Wayan Mirna Salihin pada 11 April 2016 dengan nomor laboratorium: 125/ktf/2016 tanggal 11 April 2016 tidak membuktikan Jessica yang membunuh Mirna. 

Saat itu, Nursamran menyimpulkan, sianida dimasukkan di antara rentang waktu 16.30 WIB hingga 16.45 WIB karena saat itu Jessica adalah orang yang paling berkuasa atas kopi Mirna. 

“Bagaimana mungkin tiga bulan kemudian ahli racun berpendapat bahwa sianida tersebut dimasukkan ke kopi Mirna pukul 16.30 WIB tanggal 6 Januari 2016. Bahkan ahli racun bisa berpendapat kopi dicampur saat kopi di dalam penguasaan pemesan minuman,” katanya.

Tidak hanya itu, Hotman juga mempertanyakan kesaksian Nursamran yang mengaku menguji sisa sianida yang sudah mencair di kopi Mirna. 

“Sisa racun sudah cair di dalam kopi selama tiga bulan. Ini apaan? Hasil pemikiran atau ramalan atau jampi-jampi, jangan lupa Pasal 184 ayat 5 KUHP,” ujarnya

Hotman mengatakan,pembelaan kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, tak seharusnya sebanyak 3.000 lembar. Sebab, strategi pembuktian yang digunakan jaksa adalah kesaksian berantai (ketting bewjis). 

Menurut Hotan, mengganti para saksi fakta dengan ahli, bertentangan dengan syarat mutlak ketting bewjis. "Seharusnya pembelaan Otto setengah halaman saja," katanya.

Untuk diketahui, Jessica yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, dituntut 20 tahun penjara oleh JPU. Mirna tewas usai menenggak es kopi Vietnam di Kafe Olivier pada Januari 2016.