Apakah Raja Salman Tahu Arsitek Masjid Istiqlal Itu Orang Batak?

Coky Simanjuntak | Kamis, 02 Maret 2017 21:03:41

Raja Salman dan Presiden Jokowi di Istiqlal/agus suparto-presidential palace
Raja Salman dan Presiden Jokowi di Istiqlal/agus suparto-presidential palace

Mengisi kunjungannya ke Indonesia, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, menyambangi Masjid Istiqlal, Kamis (2/3) siang. 

Tak lebih dari 30 menit di Istiqlal, Salman yang ditemani Presiden Jokowi menyempatkan diri salat dan mendengarkan sejarah singkat pembangunan masjid terbesar se-Asia Tenggara itu. 

Lalu, apakah Raja Salman tahu bahwa perancang Istiqlal adalah orang Batak?

(BACA: Arsitek Batak Perancang Masjid Istiqlal)

Ya, arsitek masjib Istiqlal itu adalah Frederich Silaban, seorang Batak-Kristen. Toleransi beragama yang tumbuh subur di masa Presiden Soekarno membuat umat Muslim tidak mempersoalkan keyakinan yang dianut arsitek masjid megah tersebut.

Asalkan dia cakap dan mampu, ya silakan berkarya. Dan Silaban mampu membuktikannya. 

(LIHAT: 6 Meme Lucu Kedatangan Raja Salman Versi BATAK!)

Frederich Silaban/dok.kompas

Desain masjid bersandi ‘Ketuhanan’ karya Silaban menjadi pemenang pertama sayembara sketsa dan maket yang diselenggarakan oleh Presiden Soekarno pada 1955.

Dengan menyingkirkan puluhan peserta, Silaban dianugerahi sebuah medali emas 75 gram dan uang Rp. 25.000. Penyerahan hadiah dilakukan di Istana Negara pada 5 Juli 1955.

Enam tahun kemudian atau tepatnya 24 Agustus 1961, hasil rancangan Silaban mulai dibangun. Diawali dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Soekarno.

(BACA: Inilah Ompung Pantur Silaban, 'Einstein' dari Tano Batak)

Frederich Silaban berbincang dengan Presiden Soekarno

Sempat terhambat pembangunannya karena tragedi 1965, Masjid Istiqlal akhirnya berdiri dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978 atau enam tahun sebelum Ompung Frederich berpulang ke pangkuan Bapak di Surga pada 14 Mei 1984.

Masjid Istiqlal hanyalah satu dari puluhan bangunan yang maketnya lahir dari tangan arsitek otodidak tamatan STM ini. Bahkan, belasan bangunan karya Ompung Frederich kini masih berdiri di pusat Jakarta. 

Caption

Sebut saja Tugu Monas (1960), Gedung BNI 46 Jakarta (1960), Gelora Bung Karno (1962), Gedung Bank Indonesia (1958), dan masih banyak lagi.

Luar biasa kan Ompung Silaban ini...