Amankan 11 Orang di Balige, Polres Tobasa Bantah Mereka Teroris

Alex Siagian | Selasa, 06 Desember 2016 11:12:59

Polres Tobasa/batakgaul
Polres Tobasa/batakgaul

Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian membenarkan jajarannya telah mengamankan 11 orang dari sebuah rumah kontrakan di Balige, Tobasa, Senin (5/12) malam. 

Namun, dia menegaskan mereka bukanlah jaringan teroris, seperti informasi yang sudah tersebar luas di masyarakat dan media sosial.

"Mereka sudah diamankan dan mereka bukan kelompok teroris,” ujar Kapolres di Tobasa, Selasa (6/12).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting juga mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi yang menyebut jika mereka adalah penganut paham radikal. 

Rina juga membantah rumor di tengah masyarakat bahwa mereka yang diamankan itu telah menyimpan peta beberapa gereja yang dicurigai menjadi target sasaran terorisme. 

“Peta gereja itu tidak ada ditemukan,” ujar Rina saat dihubungi.

Rina melanjutkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perusahaan tempat sebelas orang itu bekerja di Lampung. Hasilnya, benar mereka adalah karyawan perusahaan tersebut. 

"Sampai sekarang dari hasil pemeriksaan sementara, belum ada ditemukan indikasi jika mereka adalah kelompok radikal. Kita juga sudah melakukan kordinasi dengan Polda Lampung, dan perusahaan tempat mereka bekerja. Tetapi pemeriksaan masih terus berlangsung di Polres Tobasa hingga 1x24 jam," sebut Rina.

Kecurigaan Warga

Informasi yang dihimpun, kecurigaan warga muncul ketika ada sebelas pria tersebut mengontrak di rumah milik Bendol Nababan di Dusun 1 Parhuling, Kelurahan Pasar Siborong-borong, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Taput, pada Kamis, 1 Desember lalu. 

Masyarakat menaruh curiga atas gerak-gerik mereka yang sering keluar malam. Informasi itu selanjutnya disampaikan kepada pihak kepolisian Polsek Siborong-borong. 

Petugas kemudian mengamankan mereka ke Mako Polsek Siborong-borong dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sebelum pindah ke Siborong-borong, mereka tinggal di Kabupaten Humbahas. 

Mereka diketahui sebagai pedagang alat rumah tangga, seperti alat pengaman dan penghemat kompor gas. Bekerja sama dengan Kepala Dusun dan Posyandu setempat mereka mengumpulkan masyarakat dan melakukan simulasi guna memperkenalkan produk mereka. 

Karena dari pemeriksaan dinilai tidak ada hal yang janggal, pihak kepolisian kemudian menyerahkan mereka kepada lurah setempat.

Kecurigaan kembali mencuat saat esok harinya, Jumat (2/12) dan petugas kembali mengecek sebelas pria itu ke rumah kontrakannya. Namun mereka tidak ada lagi di sana. 

Barang-barang yang ada di dalam rumah juga sudah dibawa, sementara warga yang ditanyai tidak mengetahui kemana mereka pergi. Mereka disebut pergi dengan mengendarai 2 mobil dan 7 unit sepeda motor.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikian di kawasan Siborong-borong dan sekitarnya, namun tak kunjung ditemukan. 

Hingga akhirnya, Senin (5/12) malam, mereka ditemukan oleh petugas dari sebuah rumah kontrakan di belakang gereja Katolik, Pardede, Kecamatan Balige, Tobasa. 

Dari tempat itu, 10 orang diamankan dari lokasi dan seorang lagi yang sempat melarikan diri akhirnya juga diamankan esok paginya.

SPONSORED
loading...