Adik Wanita Pencakar Tuduh Polisi Ambil Kunci, Tanpa Surat Tilang

Coky Simanjuntak | Rabu, 14 Desember 2016 14:12:51

Dora Natalia Singarimbun/FB
Dora Natalia Singarimbun/FB

Desi Singarimbun, adik Dora Natalia Singarimbun, wanita pencakar polisi yang videonya viral di media sosial, membuat klarifikasi. Menurutnya, insiden itu berawal saat Dora yang merupakan pegawai Mahkamah Agung (MA) itu menegur polisi karena mengantur lalu lintas di jalan yang lancar.

“Kakak saya menegur polisi karena berdiri di jalan yang lancar dan mengatakan Pak kalau mau mengatur lalu lintas di tempat yang macet. Jangan yang di jalan yang lancar, tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang,” kata Desi sambil mengunggah foto bersama Dora lewat akun Instagram @desisingarimbun, Rabu (14/12).

Untuk diketahui, kasus yang terjadi di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian. Beru Karo itu juga akan diperiksa Badan Pengawas Mahkamah Agung karena perbuatannya.

@desisingarimbun

Berikut klarifikasi lengkap @desisingarimbun lewat Instagram:

Bapa Ibu yang terhormat terimakasih atas kritikan manis nya, saya hanya ingin sedikit menceritakan kejadian di tkp versi kk saya Dora Natalia Singarimbun. kk saya menegur polisi krn berdiri di jalan yg lancar dan mengatakan pak kalo mw mengatur lalu lintas di tempat yg macet jgn yg di jalan yg lancar, tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang, (memang kk saya org nya tempramen) akhirnya kk saya turun dr mobil dan meminta kunci mobil dan di buatkan surat tilang klo mmg didapati kesalahan berlalu lintas, tapi si polisi tdk kasi malahan polisi yg satu mengambil kesempatan dgn merekam kejadian disaat kk saya berusaha menggapai kunci yg di pegang polisi, seolah kk saya mencakar polisi. sayangnya saat polisi mengembalikan kunci mobil kk saya sambil menginjak kaki kk saya yg tanpa sepatu dengan sepatu boot polisi itu tdk di rekam oleh teman nya. tapi ya itu lah sehebat apapun kita tetap kita manusia biasa yg lemah di mata Tuhan. saya pribadi tetap menilai kk saya ada kesalahan tapi tidak utk kita hakimi.