Adik Intan Marbun Meninggal karena Luka Bakar & Paru-paru Bengkak

Ester Napitupulu | Senin, 14 November 2016 13:11:28

Intan Olivia Marbun (2,5), korban ledakan bom molotov di gereja Samarinda/FB
Intan Olivia Marbun (2,5), korban ledakan bom molotov di gereja Samarinda/FB

Nyawa Intan Olivia Marbun (2,5) tak tertolong. Balita korban ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Kota Samarinda, kemarin itu meninggal Senin (14/11) subuh, akibat luka bakar yang parah.

“Luka bakar mencapai 78 persen," ujar Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda Rahim Dinata Majidi.

"Luka bakar diatas 45 persen bagi orang dewasa saja sudah tergolong parah, apalagi sampai 78 persen dan ini dialami oleh balita,” imbuhnya.

Selain menderita luka bakar cukup parah, Intan juga mengalami pembengkakan paru-paru.

“Akibat menghirup asap saat terjadi ledakan," ucapnya.

4 Balita korban bom molotov di gereja, Samarinda

Rahim mengatakan, tim dokter sudah berupaya keras dengan melibatkan tim bedah plastik, bedah umum, anestesi, ahli anak dan juga dari keperawatan intensif untuk menolong Intan. 

"Namun karena akibat luka bakar yang cukup parah, sehingga jiwanya tidak bisa tertolong," jelas Rahim.

(BACA: Gereja Tertua Ini Jejak Pertama Orang Batak di Jakarta)

Sementara, korban lainnya Triniti Hutahaean (3) mengalami luka bakar mencapai 50 persen. Saat ini, dia masih dalam perawatan intensif tim dokter.

"Triniti juga mengalami pembengkakan paru-paru akibat menghirup asap saat ledakan. Masa kritis biasanya berlangsung 10 sampai 12 hari dan kami terus berupaya agar korban bisa melewati masa kritisnya," katanya.

"Dua korban lainnya yang saat ini masih dirawat di RSUD IA Moes, luka bakarnya sekitar 16 persen juga akan bawa kesini (RSUD AW Sjahranei) untuk memberikan penanganan maksimal," ujar Rahim.