34 Tewas dan 188 Luka Selama Arus Mudik dan Balik di Sumut

Jordan Silaban | Senin, 11 Juli 2016 13:07:51

Ilustrasi Mudik Lebaran/blogspot
Ilustrasi Mudik Lebaran/blogspot

Petugas Operasi Ramadaniya Toba mencatat adanya 34 pengguna jalan yang tewas dalam kecelakaan pada arus mudik dan balik hingga H+3 Lebaran 2016 di Sumatera Utara.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, jumlah korban tewas itu tercatat dalam 115 kecelakaan lalu lintas yang muncul mulai mudik hingga arus balik.

Selain 34 korban tewas, pihak kepolisian juga mencatat adanya 188 korban luka, yakni 58 orang mengalami luka berat, sedangkan 130 orang lagi mengalami luka ringan.

Khusus pada Sabtu (9/7), petugas Operasi Ramadaniya Toba mencatat adanya tujuh korban tewas dalam 16 kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

Kecelakaan lalu lintas pada H+3 Lebaran tersebut juga menyebabkan tujuh warga mengalami luka berat dan 13 orang lagi mengalami luka ringan.

[LIHAT VIDEO: Ini Rekaman CCTV Kecelakaan Maut Kakak Beradik Sibarani]

Dari aspek pelanggaran aturan dan tertib berlalu lintas, petugas Operasi Ramadaniya Toba menemukan adanya 4.719 pelanggaran hinga H+3 Lebaran 2016.

Dari jumlah itu, pihak kepolisian melakukan penindakan berupa tilang sebanyak 1.566 pelanggaran, terutama pelanggaran berat dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

Sedangkan 3.153 pelanggaran lainnya hanya diberikan teguran dan peringatan agar yag bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya.

Selain aturan berlalu lintas, petugas Operasi Ramadaniya Toba juga menemukan dan menindak sejumlah tindak kriminalitas yang tercatat mencapai 158 kasus hingga H+3 Lebaran.

Dari jumlah itu, tercatat enam kriminalitas menonjol yang banyak terjadi yakni, pencurian kendaraan bermotor (20 kasus), perampokan (19 kasus), penganiayaan (18 kasus), pencurian (12 kasus), pengeroyojan (11 kasus), serta peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba (10 kasus).

Sedangkan kriminalitas lain yang ditangani adalah pencabulan (7 kasus), penjambretan (6 kasus), penggelapan (5 kasus), pembakaran (4 kasus), penipuan (4 kasus), dan pembunuhan (3 kasus).