3 Gay di Sumut Pacari Korban, Sebelum Merampok dan Membunuhnya!

Coky Simanjuntak | Kamis, 16 Juni 2016 14:06:41

Tiga orang homoseksual diringkus karena merampok dan membunuh/istimewa
Tiga orang homoseksual diringkus karena merampok dan membunuh/istimewa

Kasus pembunuhan Muhammad Syafii Nainggolan alias Bungsu (24), biduan keyboard atau organ tunggal di Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), akrhinya terungkap.

Pelakunya adalah pria homoseksual dan dua pembunuh lainnya yang sudah diringkus aparat kepolisian.

Motif pembunuhan Nainggolan adalah mengambil harta benda korban, setelah sebelumnya pelaku bercinta dengan korban.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Eko Suprihanto mengatakan, ketiga tersangka yakni:

  • Raden Sumantri alias Sandi (23), warga Lingkungan X Gang Masjid, Kelurahan Tualang, Perbaungan, Sergai;
  • Eko Suprayogi alias Sum (21), warga Dusun III, Wono Sari, Desa Cilawan, Pantai Cermin, Sergai, yang bekerja sebagai buruh bangunan;
  • MY lias Sup (16), warga Dusun III, Desa Lodok Sari, Galang, Deli Serdang.

 

Dari tiga tersangka tersebut, Sumantri dan Eko merupakan pasangan homoseksual. Sementara MY juga sudah dididik untuk menjadi penyuka sejenis.

"Pelaku merupakan pasangan homoseksual atau LGBT yang kompak merampas harta benda korbannya dengan modus dipacari terlebih dahulu, lalu dibunuh," jelas Eko.

Barang bukti perampokan dan pembunuhan oleh 3 gay/istimewa

Dia menambahkan, terungkapnya pembunuhan ini juga mengingatkan kasus serupa di tahun 2015 dan 2013. Pelakunya juga sama. "Pasangan LGBT ini tergolong pembunuh berdarah dingin, bersama rekannya MY, sambung Eko.

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki kasus tewasnya Muhammad Syafii Nainggolan alias Bungsu, warga Dusun III, Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Biduan organ tunggal ini ditemukan tewas membusuk di Sungai Tontong, Dusun V, Kelurahan Tualang, Perbaungan, Sergai, Kamis (26/5).

(BACA: 4 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Sadis Keponakan Bupati Simalungun)

Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi mendapat titik terang. Sumantri alias Sandi dan Eko Suprayogi alias Sum ditangkap saat bersantai di rumah Sumantri. Setelah dikembangkan, petugas menangkap rekan mereka MY alias Sup di Galang.

Dari penyidikan, pasangan Sumantri dan Eko ditengarai juga telah membunuh Legimin (37), warga Batu lima puluh, Desa Bingkat, Pegajahan, Sergai, dan Subrata (24), warga Gang Ali, Kelurahan Melati II, Perbuangan, Sergai.

Legimin ditemukan tewas dengan kondisi luka tusukan dan mayatnya di buang di Areal Kebun Sawit PT Adolina, Perbaungan, tepatnya di bawah jembatan Sungai Ular pada Desember 2013.

Sementara Subrata dihabisi pada 14 Desember 2015 dan mayatnya dibuang di gorong-gorong Perkebunan Adolina, Desa Ujung Rambung, Pantai Cermin.

Tiga gay tersangka pembunuhan dan perampokan digiring polisi/istimewa

Dalam penyidikan ketiga kasus ini, petugas sudah mengamankan sepeda motor Honda Vario milik korban Syafii, sepeda motor Suzuki FU milik Subrata.

Selain itu mereka juga telah menemukan senjata berupa balok dan besi untuk menghabisi nyawa korban-korbannya.

"Petugas juga telah mengamankan telepon genggam dan pakaian korban. Tiga pelaku sudah kita amankan untuk barang bukti lainnya masih dalam pengejaran," tambah Eko.

Dalam perkara ini, ketiga pelaku terancam pasal pembunuhan berencana dan pencurian kekerasan yang menyebabkan tewasnya orang lain. Ancaman maksimalnya hukuman mati.

(BACA: Dibunuh, Mahasiswi UGM Feby Siregar 'Dijuluki Titisan Einstein')

Sementara itu, Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sumut AKBP HM Silaen menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kejiwaan dan memintai keterangan ketiga pelaku.

Ketiganya diketahui berperilaku homoseksual dan melakukan tindakan pembunuhan terhadap korbannya dalam keadaan sadar.

Tersangka Raden Sumantri alias Sandi mengaku pernah mengalami kekerasan seksual saat masih kecil. Peristiwa itu diduga berdampak padanya saat ini.