25 Tahun Berdiri, Lapo-lapo Batak di Senayan Diminta Hengkang

Laurencius Simanjuntak | Senin, 16 Januari 2017 17:01:59

Lapo-lapo Batak di Senayan
Lapo-lapo Batak di Senayan

Rumah makan yang kebanyakan menjual masakan non-halal, seperti lapo-lapo Batak, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat akan ditutup. 

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) tidak akan memperpanjang sewa lahan tepat di belakang Gedung MPR/DPR yang sudah 25 tahun digunakan para pedagang.

Firman Saragih, pemilik Lapo Ni Tondongta, menjelaskan informasi penutupan itu sampai kepada pihaknya melalui surat pada 22 November 2016 yang ditandatangani oleh Kepala Unit II PPKGBK.

“Menurut surat lahan akan dipergunakan untuk sarana prasarana Asian Games,” ungkap Firman saat dihubungi batakgaul.com, Senin (16/1).

Surat tersebut, kata Firman, juga menyatakan bahwa sewa yang habis per 15 Desember 2016 tidak akan diperpanjang. Namun yang membuat Firman dan sejumlah pedagang kaget adalah isi surat yang berisi perintah pengosongan.

Apa isinya?