'10 Tahun Perjalanan Toba’ untuk Generasi Muda Batak

Laurencius Simanjuntak | Sabtu, 12 November 2016 07:11:29

Peluncuran Buku ''10 Tahun Perjalanan Toba’/batakgaul
Peluncuran Buku ''10 Tahun Perjalanan Toba’/batakgaul

Tuntutan agar generasi muda Batak peduli akan budayanya, tidak akan berarti tanpa adanya dokumentasi. Rekaman jejak peradaban itu diharapkan dapat memberi pengetahuan, dan pada gilirannya memunculkan kepedulian serta membentuk jati diri para generasi muda halak hita.

Itulah cita-cita fotografer Hasiholan Siahaan XIV saat peluncuran buku dan pameran foto '10 Tahun Perjalanan Toba' di Anjungan Sumatera Utara TMII, Jakarta Timur, Jumat (11/11).

Kehidupan masyarakat di Tano Batak, tanah kelahiran Hasiholan, secara khusus ditampilkan lewat rekaman visual terbaik sebanyak 144 foto. Misalnya  dokumentasi tentang Pusuk Buhit, lokasi yang dipercaya sebagai tempat awal leluhur Bangso Batak. 

Selanjutnya, makam batu kuno yang diyakini sebagai makam leluhur di Huta Sihotang dan permukiman kecil di pelosok Samosir bertembok batu peninggalan zaman Megalitikum.

Banyak lagi frame-frame catatan sejarah kearifan budaya lokal dan kehidupan sosial leluhur Batak yang jarang terekspos, namun ditampilkan dalam ’10 Tahun Perjalanan Toba’ karya Hasiholan.

Sementara, Ketua Pelaksana Program Toba, Edo Panjaitan berharap peluncuran buku yang berisikan sebanyak 144 foto tentang Toba dapat menanamkan pemahaman, agar generasi muda semakin mencintai budaya daerahnya masing-masing, terutama para generasi muda Batak.

“Kita (Tim Komunikasi Toba) ingin tetap mengingatkan agar tradisi para leluhur Batak selalu dikenang di sepanjang waktu oleh seluruh generasi muda bangsa. Toba, salah satu keindahan luar biasa yang menakjubkan dunia,” tukasnya.

Buku Toba ini rencananya akan dijual dan disebarkan dengan edisi terbatas di gerai toko buku di Indonesia dengan harga Rp 987 ribu. Sebagian buku TOBA itu juga akan disumbangkan ke sejumlah daerah di Sumatera Utara, dan akan dicatatkan di Perpustakaan Nasional.

Hadir dalam acara peluncuran tersebut yakni  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya, Hinca IP Panjaitan XIII (Komunitas Rumahela), Direktur Budaya TMII Sulistyo Tirtokusumo dan Kepala Anjungan Sumut TMII Tatan Daniel.