Martumpol

Ester Napitupulu | Sabtu, 16 April 2016 23:04:30

thebridedept.com
thebridedept.com

Martumpol (dibaca martupol) adalah salah satu tahapan yang wajib dilakukan dalam proses pernikahan adat Batak Toba. Karena martumpol dilakukan di gereja, maka tahapan ini hanya untuk calon pengantin Batak Toba yang beragama Kristen.

Sesuai artinya, martumpol (berhadap-hadapan) merupakan proses di mana calon pengantin berhadap-hadapan di hadapan Tuhan dan jemaat untuk melakukan perjanjian.

Setidaknya ada tiga perjanjian yang diikrarkan calon pengantin saat martumpol:

1) Janji untuk saling mengasihi dan tidak akan bercerai kecuali oleh diceraikan oleh kematian;

2) Berjanji mentaati hukum dan aturan kekristenan dan aturan gereja tempat mereka menikah;

3) Berikrar bahwa masing-masing calon mempelai tidak lagi memiliki ikatan dengan pihak lain.

Biasanya, martumpol dilaksanakan paling lambat sepekan sebelum hari H. Tujuannya, agar gereja pada ibadah minggu sempat mewartakan kepada jemaat perihal rencana pernikahan kedua mempelai.

Rencana pernikahan tidak boleh tidak diumumkan kepada jemaat. Sebab, pengumuman ini penting jika ada pihak (jemaat) yang merasa keberatan dengan rencana pernikahan tersebut, sehingga punya kesempatan memberikan sanggahan kepada gereja.

Jika terjadi sanggahan, berarti ikrar poin nomor 3 (tiga) yang diucapkan calon pengantin tidak ditepati. Oleh karenanya, jika terbukti calon mempelai masih memiliki ikatan dengan pihak lain, gereja berhak untuk menunda proses pemberkatan nikah sampai permasalahan itu diselesaikan oleh masing-masing pihak.