Mau Pacaran/Nikah dengan Pariban? Ingat Hal-hal Penting Ini Dulu!

Tansiswo Siagian | Kamis, 16 Maret 2017 08:03:57

Ilustrasi/batakgaul
Ilustrasi/batakgaul

Istilah pariban tentu sangat familiar di telinga kita orang Batak. Begitu mendengar kata pariban, pasti kalian para pria Batak akan teringat kepada putri saudara laki-laki ibu (boru ni tulang). 

Atau bagi kalian Boru Batak akan membayangkan putra saudara perempuan bapak (anak ni namboru).

Memori soal pariban seakan tidak bisa terlupakan karena sejak kecil kadangkala kita sudah digoda oleh orangtua atau famili jika bertemu dengan pariban.Pariban nih ye” atau “Cie…paribanmu lho itu.”

Menurut adat Batak, marpariban itu memang hubungan famili yang khas dan istimewa karena bisa saling menikahi.

(BACA: 4 Alasan Boru Batak Tolak Lamaran Pariban)

Dahulu jika seseorang pria sudah pantas menikah maka begitu mudah orang mengatakan kepadanya: “Tunggu apalagi? Nikahilah pariban-mu itu!” atau “Pariban-mu itu saja nikahi!” Hmmm…seakan menikahi pariban itu begitu mudah dan ada hak khusus bagi yang marpariban.

Bahkan sering kita dengar orangtua berseloroh 'larikan saja pariban-mu itu’ (luahon ma paribanmi) atau jika pariban-mu itu tidak mau menikah, gendong saja bawa lari “manigor ompahon tu jabum”. Begitulah hubungan marpariban digambarkan seperti sesuatu yang mudah dan ada hak khusus melekat.

(LIHAT: 7 Meme Kocak Soal Pariban Buat Kamu Para Jomblo Batak!)

Tetapi tahukah kalian, sesungguhnya hubungan marpariban itu memiliki konsekuensi yang sangat berat dalam adat Batak. Sepasang kekasih yang mempunyai hubungan pariban itu akan memiliki beban moral dan psikologis yang lebih tinggi, bahkan sampai mereka menikah.

Kenapa bisa begitu?