Martandang, Cara ‘PDKT' Orang Batak yang Laki Banget!

Chandra Siagian | Kamis, 22 Desember 2016 10:12:33

Ilustrasi Martandang/ Demi Ucok (2013)
Ilustrasi Martandang/ Demi Ucok (2013)

Bicara soal cinta-cintaan, pernah gak kalian bayangkan bagaimana ompu-ompu na jolo melakukan pendekatan alias PDKT  kepada wanita yang disukainya? 

Padahal dulu belum ada mal, bioskop, handphone dan media sosial yang banyak dijadikan tempat atau alat PDKT anak-anak muda (naposo) sekarang.

Asal kalian tahu, tidak adanya sarana seperti itu justru membuat ompung-ompung dulu kita punya cara yang laki banget dalam mendekati wanita. Namanya martandang!

Gak perlu ajak ketemu mal-mal atau kebanyakan chatting di HP, datangi langsung rumah orangtuanya. Kurang gentleman apa lagi coba? 

Jadi ketika pemuda Batak dulu mengunjungi rumah gadis idamannya dari huta lain dengan niat berkenalan (syukur-syukur marrokkap), itulah martandang.

Biasanya beberapa pemuda dari satu huta (kampung) pergi ke huta sebelah. Setibanya di huta yang dituju, para pemudi dari huta yang dikunjungi itu akan bersama-sama menghadapi para pemuda yang datang.

Martandang biasanya dilakukan di halaman huta si perempuan dengan pengawasan natua-tua (orang-orang tua).

Saat menemani ngobrol si cowok yang martandang ini, biasanya si cewek sambil martonun (bertenun) atau manduda eme (menumbuk padi) dan menampi beras. 

Awalnya martandang memang tidak melulu soal cinta. Lalu soal apa?