'Mangalua', Kawin Lari untuk Menghindari 'Sinamot'

Coky Simanjuntak | Kamis, 19 Mei 2016 08:05:12

Ilustrasi mangalua/blogspot
Ilustrasi mangalua/blogspot

Biaya pesta dan sinamot atau tuhor (mas kawin) dalam pernikahan adat Batak Toba merupakan momok bagi pria yang kurang mampu. Karena tidak sanggup memenuhinya, banyak pria akhirnya memilih jalan kawin lari (mangalua).

Lalu apakah tujuan mangalua hanya untuk menghindari sinamot?

Budayawan Batak, Bungaran Antonius Simanjuntak, menjelaskan awalnya mangalua dilakukan karena adanya (dugaan) larangan orangtua.

Karena si gadis menduga orangtuanya akan melarangnya kawin dengan seorang pemuda, maka dia ragu memberi jawaban kepadanya yang telah menunggu lama.

"Karena itu si pemuda melarikan gadis dan si gadis tidak menolak,” kata Bungaran dalam 'Struktur Sosial dan Sistem Politik Batak Toba’ (2006).

Dahulu, kata Bungaran, kalau ada seorang gadis dilarikan, berarti si pemuda akan dianggap “pajolo gogo, papudi uhum” (mendahulukan kekuatan dan mengangkangi hukum). Artinya, dia telah mempermalukan kampung dengan sengaja.

“Biasanya reaksi huta ialah pergi berperang memerangi huta si pemuda yang dianggap menyebarkan rasa malu yang menghina,” ujar Bungaran.

Namun sekarang, kata Bungaran, kawin lari yang tanpa paksaan itu merupakan cara perkawinan termudah yang banyak dilakukan anak-anak muda Batak agar kawin di luar adat.

“Sekarang orang melalukan mangalua lebih disebabkan kurang mampu membayar sinamot dan menyelenggarakan pesta unjuk (kawin),” kata Bungaran.

(BACA: Berapa Sinamot untuk Boru Batak Super Cantik dan Pandai Masak?)

Kadang-kadang, jelas dia, orangtua si gadis justru mengetahui rencana lari tersebut. 

“Tetapi berpura-pura tidak tahu agar dia tidak dihina orang lain, terutama keluarganya, agar tidak malu,” ujarnya.

Orangtua si gadis juga kan berpura-pura sedih dan mengadukannya kepada seluruh keluarga. Setelahnya, pihak boru akan mengejar dan mencari pasangan tersebut.

“Semua ini dilakukan hanya untuk menutup rasa malu, karena anaknya kawin di luar adat,” ujar Bungaran.