Ketika Bukan Pariban yang Jadi Pilihan...

Coky Simanjuntak | Senin, 20 Februari 2017 17:02:53

Ilustrasi pariban/shutterstock
Ilustrasi pariban/shutterstock

Pariban adalah hubungan yang ideal untuk dilanjutkan ke jenjang perkawinan. Bagi pria Batak, menikahi Boru Ni Tulang (putri saudara laki-laki ibu) dipercaya akan membawa berkah tersendiri.

Namun, karena jodoh adalah pilihan, tak sedikit pria Batak menolak menikahi paribannya dan akhirnya memilih perempuan lain.

Upaya pemuda Batak (dolidoli) untuk mencari jodoh di luar pariban-nya inilah yang dinamakan ‘mangaririt’. Demi mangaririt ini, pria Batak biasanya pergi berkunjung (martandang) ke huta (kampung) untuk mengejar belahan jiwannya.

(BACA: Martandang, Cara ‘PDKT' Orang Batak yang Laki Banget!)

Itu makanya ada istilah mangaririt tu na dao/mangaririt tu luat na dao (mencari jodoh ke wilayah yang jauh). Proses ini pun bukannya tanpa strategi.

Biasanya si laki-laki ini lebih dulu menggali informasi tentang si gadis incarannya dari teman-temannya di kampung si gadis.

Kalau informasi sudah cukup matang, barulah si pria memberanikan diri untuk martandang. Bahkan, tidak sedikit mereka yang menggunakan jasa mak comblang (domu-domu) demi mendekati si gadis pujaan.

(BACA: Ternyata Ada ‘Mak Comblang’ Juga dalam Perjodohan Batak)

Namun bagi kalian pria Batak yang ingin mangaririt, sebaiknya hal ini diberitahukan kepada tulang kalian. Bahwa kalian ingin menikahi gadis lain yang bukan putrinya.

Biasanya, dalam kunjungan ke rumah tulang-nya, pria Batak yang mangaririt ini datang bersama ibunya.

Lalu, apa yang harus dilakukan di rumah tulang?