Ini Alasan Kenapa Gadis Batak Harus Teguh Menjaga ‘Kehormatannya’

Maruli Simarmata | Rabu, 20 April 2016 07:04:25

Ilustrasi gadis Batak/Youtube
Ilustrasi gadis Batak/Youtube

Pergaulan anak muda di zaman yang semakin modern ini harus diakui semakin bebas saja. Seks di luar nikah seakan bukan lagi menjadi hal yang tabu. Mereka berpacaran, namun sudah berhubungan badan.

Bagi orang Batak, seks di luar nikah adalah hal yang dilarang keras. Apalagi agama yang kebanyakan dianut orang Batak juga mengganjar dosa bagi perbuatan zinah.

Larangan keras tersebut bisa tercermin bagaimana gadis (boru) Batak juga dengan keras menjaga ‘kehormatannya’. Tidak hanya soal ‘kehormatan’, wanita Batak juga dituntut menjaga norma sopan santun dalam bergaul.

Seorang ahli dari Belanda, Vergouwen lewat bukunya ‘Masyarakat dan Hukum Adat Batak Toba’ (1986) bercerita, gadis Batak Toba memang tidak dipingit, tapi pergaulannya sangat dijaga, apalagi kehormatan dan nama baiknya.

Bila ada gadis Batak dituduh telah tercoreng ‘kehormatannya’, maka dia tidak segan-segan untuk pergi ke dokter. Dengan surat keterangan dokter tentang keperawanan, si gadis akan melapor kepada penguasa setempat bahwa dia sudah difitnah. Karenanya, nama baiknya harus dibersihkan kembali.