Ini Alasan Adat Batak Paling Anti dengan Perselingkuhan!

Tansiswo Siagian | Rabu, 15 Maret 2017 08:03:00

llustrasi/dailymail.co.uk
llustrasi/dailymail.co.uk

Selingkuh atau berzinah dalam bahasa Batak disebut “marmainan” atau “margombang”. Jelas ini tindakan yang dipantangkan “tongka” dalam adat Batak, terutama bagi yang sudah berkeluarga.

Selingkuh itu pantang karena perkawinan dalam adat Batak adalah suci dan sakral adanya (puti so marlaok jala sangap).

Berzinah apalagi menghamili wanita oleh seorang pria Batak yang sudah berumah tangga atau belum adalah tabu dan melawan hukum adat. Apalagi kalau memperkosa (merusak kesucian) sang gadis (mangarotahi/manggarogo atau manggogoi haiason ni borua).

Dalam budaya Batak, seseorang yang telah berumah tangga tapi selingkuh (marmainan) akan dicap sebagai orang yang tidak beradat “na so maradat”.

Pelakunya dan harus dihukum secara adat dengan memohon maaf secara terbuka di depan umum dan didenda “manopoti sala dijolo ni mangajana jala ingkon pautangon” sesuai keputusan tetua adat. Itu pun jika sang istri dapat menerima kelakuan tersebut untuk dimaafkan.

Lalu bagaimana jika si istri yang selingkuh?