Adat Batak Mengenal Perjodohan Sejak dalam Kandungan

Coky Simanjuntak | Sabtu, 09 Juli 2016 09:07:39

Ilustrasi Marboru Tapang/todaysgeneralcounsel.com
Ilustrasi Marboru Tapang/todaysgeneralcounsel.com

Bagi pemuda/pemudi Batak Toba yang masih jomblo, barangkali kalian tidak akan kesulitan mencari jodoh jika orangtua kalian melakukan adat Batak ini.

Namanya Marbotu tapang, yakni perkawinan yang dilakukan pihak orangtua, di mana pasangan yang akan dikawinkan itu belum lahir alias masih dalam kandungan.

Atau salah satu sudah lahir, tapi pasangannya belum.

Lalu bagaimana proses Marboru tapang ini?

Misalnya yang belum lahir adalah yang perempuan, maka bapak si perempuan itu menerima mas kawin dari pihak laki-laki. Konsekuensinya, bila anak perempuannya sudah lahir nanti, otomatis akan menjadi menantu pihak laki-laki yang sudah memberi mas kawin.

(BACA: 4 Alasan Orangtua Kenapa Anaknya Harus Nikah dengan Sesama Batak)

Nah, ketika bayi perempuan sudah lahir, pihak laki-laki kembali datang untuk menyerahkan piso kepada keluarga perempuan.

Sebagai balasan, si bapak bayi perempuan memberikan ulos tanda hela (ulos tanda menantu) kepada bayi laki-laki.

Menurut Budayawan Batak, Prof Bungaran Antonius Simanjuntak, orang Batak menyebut proses ini sebagai pertunangan (maroroan).

Artinya, perkawinan anak harus terjadi jika keduanya sudah besar. Tidak boleh batal!